Panen Raya di Karawang, Hary Tanoe: Perindo Menang, Petani Punya Sawah, Modal & Diproteksi dari Impor

Fadel Prayoga, Okezone · Selasa 09 April 2019 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 09 606 2041130 panen-raya-di-karawang-hary-tanoe-perindo-menang-petani-punya-sawah-modal-diproteksi-dari-impor-HWdyEWZER3.jpg Hary Tanoesoedibjo.

KARAWANG - Partai Perindo akan berjuang untuk menyejahterakan petani agar punya sawah, modal dan diproteksi dari gempuran impor.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo saat panen raya di desa Lemah Mukti, Karawang, Senin, (8/4/2019).

"Pertama, bagaimana buruh tani ini bisa memiliki sawah sendiri. Bisa dibentuk koperasi, dialokasikan tanah," kata Hary saat panen raya bersama para petani di Karawang, Senin 7 April 2019.

Koperasi tersebut nantinya akan beranggotakan para buruh tani, mereka bisa mengusahakan sawah tersebut jadi kegiatan produktif.

Hary mengatakan saat ini para petani kebanyakan adalah buruh tani atau penggarap lahan sawah milik orang lain.

Hary Tanoe.

Untuk menjadi penggarap, seringkali mereka tidak punya kepastian bila lahan tersebut dijual oleh pemiliknya, mereka harus mencari pekerjaan lain. Lahan pertanian pun kian menyusut.

(Baca juga: Kampanye Perindo di Karawang, Hary Tanoesoedibjo: Pastikan Manfaat Industri 4.0 untuk Rakyat Kecil)

Konversi lahan sawah kerap terjadi, karena perkembangan industri maupun pertumbuhan populasi manusia yang membutuhkan tempat tinggal.

Luas lahan baku sawah tercatat menyusut seluas 120 ribu hektare per tahun, meskipun telah diupayakan cetak sawah di lahan baru.

Hal kedua yang menurut Hary tidak kalah pentingnya adalah petani yang marginal bisa dibantu untuk memperoleh akses dana murah.

“Bisa dapat akses dana murah, sehingga mereka bisa beli bibit, beli pupuk atau bahkan supaya mereka bisa modern, beli traktor, kemudian dilatih juga," kata Hary.

Petani modern lanjut Hary bukan hanya soal peralatan modern tapi juga kemampuan petani tersebut untuk bertani dengan cara modern.

"Ketiga, bagaimana para petani kita diproteksi dari impor," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia tersebut.

Hary mengatakan jangan impor beras ketika petani panen. Misalnya, cadangan nasional itu kurang, impor tidak dilakukan pada saat panen, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk menjual dengan harga yang lebih baik.

Hal tersebut bisa diwujudkan dengan regulasi. Guna membuat regulasi, dibutuhkan kursi yang signifikan di parlemen.

Untuk itu, dia menyerukan pada seluruh kader untuk bekerja keras di sisa waktu jelang 17 April 2019 untuk memaksimalkan kemenangan Partai Perindo.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk memilih Partai Perindo agar bisa membuat kebijakan tepat sasaran untuk memajukan Indonesia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini