Ayah Audrey Minta Pelaku Bully Dihukum Berat

Dina Prihatini, Okezone · Rabu 10 April 2019 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 10 340 2041443 ayah-audrey-minta-pelaku-bully-dihukum-berat-jEIV16qiXP.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

PONTIANAK - Audrey, siswi kelas 2 SMP di Kota Pontianak menjadi korban penganiayaan 12 siswi SMA. Hingga kini, Audrey masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

Ayah korban, Bobi mengatakan, kondisi anaknya telah membaik meski mengalami trauma psikis akibat peristiwa penganiayaan yang terjadi pada 29 Maret pukul 14.30 WIB itu. "Dirawat sudah 4 hari ini dan luka fisik dan psikis juga," ujar kepada wartawan, Rabu (10/4/2019).

(Baca Juga: Fakta di Balik Tagar Justice for Audrey, Siswi SMP Korban Bully yang Trending Topic Dunia)

Meski sempat ada upaya mediasi terkait kasus anaknya, Bobi mengakui tetap meminta tiga pelaku dari kedua belas siswa yang menganiaya anaknya dapat dihukum berat sesuai hukum yang berlaku.

"Saya minta ketiga pelaku yang menganiaya anak saya dihukum berat karena anak saya menderita trauma berat akibat perlakuan tidak pantas yang dilakukan ketiga siswa," ujarnya.

Sementara akibat dari penganiayaan tersebut, Polresta Pontianak menerapkan tiga orang pelaku penganiayaan dari dua belas pelaku yang terlibat.

Ilustrasi

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Komisaris Polisi Muhammad Husni Ramli mengatakan korban dianiaya didua lokasi yang berbeda.

"Kejadian pada 29 Maret dijemput oleh sepupu, namun diikuti dua siswi dan dicegat dan ditarik rambutnya di Jalan Sulawesi hingga pelaku terjatuh di aspal," tuturnya.

(Baca Juga: KPAI Desak Pemkot Pontianak Lakukan Rehabilitasi untuk Audrey hingga Tuntas)

Sampai di Jalan Sulawesi, korban sempat melarikam diri, namun dikejar oleh pelaku dan dianiaya lagi di Taman Akcaya hingga terkenal bagian vital. "Dari hasil pemeriksaan polisi ditetapkan tiga tersangka yang menjadi tersangka utama penganiayaan dan polisi masih mendalami kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini