Share

Belum Ada Parpol Secara Mandiri Kampanye Terbuka di Jakarta

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 11 April 2019 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 11 606 2041955 belum-ada-parpol-secara-mandiri-kampanye-terbuka-di-jakarta-EbFcrEX08s.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Jelang berakhirnya masa kampanye terbuka Pemilu 2019 pada Sabtu 13 April 2019 mendatang, belum ada satu pun partai politik secara mandiri yang menggelar kampanye terbuka kawasan Jakarta. Padahal, KPUD DKI telah memberi kesempatan seluruh partai untuk melakukan sosialisasi. 

"Kalau untuk partai secara mandiri belum ada yang laporan. KPU sudah memberikan ruang tapi mereka enggak memanfaatkan," kata Komisioner KPUD DKI Jakarta, Nurdin kepada Okezone, Kamis (11/4/2019).

Nurdin mengatakan, seluruh partai politik peserta Pemilu 2019 sekarang ini lebih memilih menggelar kampanye terbuka berbarengan dengan para capres-cawapres yang diusung. Salah satu contohnya seperti kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 7 April 2019 lalu dan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang akan dilaksanakan pada 13 April 2019 mendatang.

"Biasanya, partai-partai itu berkoalisasi dengan capres dan cawapresnya dengan kampanye bersama," ujarnya.

(Baca Juga: Elektabilitasnya Menanjak, Perindo: Kami Selalu Menyentuh Kebutuhan Rakyat)

Ilustrasi

Ia mengaku tak mengetahui kenapa fenomena itu bisa terjadi di dalam pesta demokrasi kali ini. Namun, ia kembali menegaskan, telah memberi ruang, namun sayangnya mereka tak memanfaatkannya.

"Coba tanyakan ke parpolnya, karena KPU sudah memberikan ruang," katanya.

Meski begitu, Nurdin meyakini dapat mencapai target angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 sebesar 78%. KPU juga telah melakukan sosialisasi secara masif agar masyarakat menggunakan hak pilihnya pada hari pencoblosan nanti.

(Baca Juga: Umumkan Kepatuhan LHKPN, KPK Berharap Bisa Jadi Referensi Publik saat Mencoblos)

Menurut dia, kegiatan kampanye terbuka bukan satu-satunya cara untuk menekan angka golput. "Karena masa kampanye dengan metode tatap muka, terbatas. Penyebaran alat kampanye itu sudah dilakukan sejak tiga hari setelah ditetapkan sebagai calon," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini