JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan alasan mengapa mencabut peringatan dini tsunami usai gempa Magnitudo 6,8 mengguncang Banggai Kepuluan Sulawesi Tengah.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan jika pasca gempa berkekuatan m 6,8 pihaknya langsung melakukan monitoring permukaan air laut di beberapa lokasi.
“Setelah dilakukan monitoring terhadap muka air laut melalui pengamatan Tide Gauge di lokasi Kendari (Sulawesi Tengggara) dan Taliabu (Maluku Utara), berdasarkan pengecekan kondisi lapangan BMKG dan BPBD peringatan dinyatakan berakhir,” ujar Dwikorita di kantor BMKG, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019).
Baca Juga: BMKG: Ada 20 Kali Gempa Susulan Pasca Getaran Pertama di Sulteng
