Tak kalah penting, pemasaran dan pendistribusiannya zerta membangun kemitraan dengan UMKM-UMKM lain bisa dilakukan agar produk bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
“Distribusi bisa pakai UMKM-UMKM, jaringan, bersinergi. Kemudian, kemitraan dengan UMKM yang lain, yang kecil-kecil untuk penyaluran ke daerah-daerah. Dengan petani, supaya ada sumber yang pasti untuk biji kopinya,” terang Hary.
Promosi pun memegang peranan penting bagi perkembangan sebuah usaha. Karenanya, Hary berkomitmen untuk membantu Susi dalam mempromosikan produknya. “Nanti untuk promosi saya bantu,” katanya disambut senyum semringah Susi.
Ketua Umum Kartini Perindo Liliana Tanaja Tanoesoedibjo yang sempat menyeruput kopi yang dijual Susi, memuji kenikmatannya. Menurutnya, kopinya memiliki cita rasa yang khas dan diyakininya pasti disukai masyarakat luas.
“Saya coba minum Arabika dan Robusta, ada dua rasa yang berbeda, menurut saya something special. Sesuatu yang berbeda itu bisa dinikmati sama kita semua. Jadi, pada saat saya mencicipi tadi kopinya enak dan pasti bisa dipasarkan,” ungkap Liliana.
Perempuan yang juga Caleg DPR RI Dapil II DKI Jakarta itu pun mempromosikan kopi produksi Susi yang diberi Nawa 9. “Jangan lupa kalau ke Pasuruan coba kopi Nawa 9. Merknya saja Nawa 9. 9 itu coblos Partai Perindo nomor 9,” tuturnya lalu tersenyum.