Sandiaga Ingin Pisahkan Badan Keuangan Negara dari Kementerian Keuangan

Giri Hartomo, Okezone · Sabtu 13 April 2019 22:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 13 605 2043232 sandiaga-ingin-pisahkan-badan-keuangan-negara-dari-kementerian-keuangan-CKP1CEJZw1.jpg Sandiaga Uno

JAKARTA - Calon Wakil Presiden nomor Urut 02 Sandiaga Uno berencana untuk memisahkan badan penerimaan negara dengan Kementerian Keuangan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tax ratio menjadi 16%.

Seperti diketahui, badan penerima negara di Indonesia yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Di mana masih berada di bawah Kemenkeu.

Baca juga: Jokowi Tanya Apa yang Akan Dilakukan Prabowo-Sandi soal Pengembangan eSport? Ini Jawabannya

Menurut Sandi, dengan dipisahkanya badan keuangan negara dari Kementerian Keuangan akan mengoptimalkan penerimaan yang berasal dari pajak. Sehingga tax ratio Indonesia bisa meningkat secara signifikan hingga 16%.

"Kami memisahkan badan keuangan negara dengan Kementerian Keuangan dan lapor ke Presiden dan bisa meningkatkan tax ratio ," ujarnya dalam debat Capres dan Cawapres, Sabtu (13/4/2019).

 Baca juga: Prabowo: Ekonomi Digital Bagus, Tapi...

Disisi lain lanjut Sandi, dirinya berencana untuk lebih mendorong penerimaan Zakat lewat sistem jemput bola. Hal tersebut yang sudah ia lakukan ketika menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan mengembangkan mall sadar zakat.

"Untuk Zakat kami dulu di Jakarta memulai program Mal sadar Zakat, kita akan ikut bola. Kita akan gunakan digital. Digital ekonomi ini akan kita kembangkan," jelasnya.

 Baca juga: Prabowo Ingin Tax Ratio di 16% Layaknya saat Orde Baru

Sebelumnya, Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto ingin menaikan tax ratio Indonesia menjadi 16%. Saat ini sendiri tax ratio Indonesia masih berada dikisaran 10,3%.

Menurut Prabowo, pada tahun 1997 lalu pada era Orde baru Tax Ratio Indonesia sempat mencapai 16%. Namun saat ini angka tax ratio turun drastis karena hanya mencapai 10,3% saja.

"Pada 1997 Indonesia sempat tax Rationya seminar 16%. Sekarang merosot 10%," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini