nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG: 7 Perairan di Indonesia Berpotensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Senin 15 April 2019 15:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 15 337 2043756 bmkg-7-perairan-di-indonesia-berpotensi-gelombang-tinggi-hingga-4-meter-vmWO8FxddY.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

DENPASAR – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi kisaran 2,5 hingga 4 meter yang kemungkinan terjadi di 7 wilayah perairan Indonesia hingga 17 April 2019. Salah satunya perairan di wilayah Bali.

Hal ini dipengaruhi adanya pola angin bertekanan rendah 1010 hPa di Samudera Hindia Barat Daya Banten.

“Potensi gelombang tinggi ini terjadi menyusul adanya pola angin bertekanan rendah 1010 hPa di Samudera Hindia Barat Daya Banten. Pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya, dari Timur Laut hingga Tenggara dengan rata-rata kecepatan 3 sampai 15 knot. Di wilayah selatan Indonesia umumnya dari Timur-Selatan dengan kecepatan 3 hingga 15 knot,” ujar Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Pusat, Hary Tirto Djatmiko, dalam siaran keterangan tertulisnya, Senin (15/4).

Wilayah perairan yang terdampak gelombang tinggi, di antaranya Perairan Enggano – Bengkulu, Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Lombok, Perairan Barat Lampung, Selat Bali – Selat Lombok bagian selatan, Selat Sunda bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, dan Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.

Sementara itu, kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia Selatan NTT, Laut Sulawesi bagian Timur, Perairan Utara Halmahera, serta Samudera Pasifik Utara Halmahera. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Di sisi lain, beberapa daerah juga tercatat berpeluang mengalami gelombang tinggi dengan ketinggian yang lebih rendah, yaitu berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Daerah tersebut di antaranya Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Kepulauan Babar – Kepulauan Tanimbar, Perairan Barat Aceh, Perairan Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Selatan Pulau Sumbawa.

ilustrasi

Kemudian di Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba hingga Pulau Rotte, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, Laut Timor selatan NTT, Samudera Hindia selatan NTT, Perairan Selatan Kepulauan Sermata hingga Tanimbar, Laut Arafuru, Selat Makassar bagian utara, Perairan Utara Sulawesi, Laut Sulawesi, Perairan Bitung – Manado, Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, Perairan utara hingga timur Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan terakhir Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua.


Baca Juga : Hujan Angin Terjang Rumah Makan, 1 Koki Tewas Tertimpa Pohon

Pihaknya mengimbau masyarakat, terutama nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Sebab, pada beberapa moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), kapal feri (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), kapal ukuran besar, seperti kapal kargo/kapal pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m).

“Masyarakat yang berdomisili dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada. Jika terjadi gelombang tinggi, berlarilah menjauh menuju tempat yang lebih tinggi,” katanya.


Baca Juga : Angin Kencang dan Hujan Es Terjang Aceh Tengah, Sejumlah Rumah Rusak

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini