Alasan MK Tolak Quik Count Umumkan Hasil Sebelum Pukul 15.00 WIB

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 16 April 2019 17:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 16 605 2044293 alasan-mk-tolak-quik-count-umumkan-hasil-sebelum-pukul-15-00-wib-AX9hfI9Zu2.JPG Mahkamah Konstitusi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menolak gugatan atas uji materi publikasi hasil survei dan hitung cepat (quick count) pada Pemilu 2019, hasil tersebut hanya bisa diumumkan setelah pukul 15.00 WIB.

"Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Hakim MK, Anwar Usman dalam sidang putusan di Gedung MK, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Hal senada yang diungkapkan Hakim MK Enny Nurbaningsih aturan quick count baru bisa dipublikasikan dua jam setelah pemilu di wilayah Indonesia barat selesai itu tidak menghilangkan hak masyarakat.

"Hal demikian hanya menunda sesaat demi melindungi hak suara pemilih," ujarnya.

MK juga menilai hasil quick count secara langsung dapat mempengaruhi pemilih yang belum menggunakan hak suaranya.

"Karena masih mengandung rentang kesalahan atau margin of error," katanya.

Baca Juga: Pemilih Diizinkan Memfoto Hasil Penghitungan Pemilu, Tapi Dilarang Swafoto di Bilik Suara

Quick

Untuk diketahui, para pemohon dari Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Asosiasi Riset Opini Publik (Aropi). melakukan pengujian Pasal 449 ayat (2), ayat (5), Pasal 509, dan Pasal 540 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Pemilu.

Dalam pasal tersebut menyebutkan terkait aturan publikasi hasil quick count yang hanya diperbolehkan setelah dua jam pemungutan suara berdasar Waktu Indonesia Barat (WIB).

Para pemohon juga menguji pasal yang melarang publikasi hasil survei di masa tenang dari gugatan itulah pihaknya menilai telah menghilangkan hak masyarkat untuk menyampaikan dan mendapatkan informasi.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini