Hindari Suasana Stres, TPU di RSJ Solo Ini Bernuansa Jawa Lengkap dengan Gendingnya

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 13:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 17 605 2044623 hindari-suasana-stres-tpu-di-rsj-solo-ini-bernuansa-jawa-lengkap-dengan-gendingnya-0mEssZINEJ.jpg TPS di RSJ Solo (Bramantyo)

SOLO – Suasana berbeda terlihat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Surakarta yang biasa sepi. Kali ini, RSJ tersebut sangat meriah karena banyaknya orang berbusana Jawa lengkap dengan blangkonnya.

Hal ini dikarenakan, untuk pertamakalinya pelaksanaan Pemilihan Umum 2019 memberikan hak pada warga Negara yang tengah mengalami gangguan kejiwaan. Pihak rumah sakit bekerja sama dengan KPU menyelenggarakan pecoblosan di TPS 108 kelurahan Jebres, kecamatan Jebres.

Kepala Humas Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Arif Zainudin Surakarta, Totok Hardiyanto mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan sebelumnya kepada KPU Surakarta untuk membuat TPS di Rumah sakit bagi mereka pasien yang dinilai bisa menggunakan hak pilihnya.

 Baca juga: Bikin Merinding, Warga Bengkulu Nyoblos di Tengah Makam Inggris

"Kami berkoordinasi dengan pihak KPU Surakarta untuk mengakomodir hak-hak pasien dan oleh KPU diizinkan untuk membuka TPS di sini," jelas Totok kepada awak media, Rabu (17/4/2019).

TPS RSJ Solo (Bramantyo)

Sengaja lokasi TPS yang berada di Aula Indraprasta RSJD Surakarta dibuat dengan nuansa Jawa yang kental dengan gending Jawa yang mengalun lembut. Termasuk para petugas di TPS juga berbusana khas Jawa berupa lurik.

"Sengaja kita putarkan gending Jawa agar mereka (pasien) bisa merasa tenang tenang dan nyaman, agar tidak merasa stres saat mencoblos," jelasnya.

 Baca juga: Usai Mencoblos, Warga Santap Kuliner Nusantara di Kediaman Megawati

Sedangkan jumlah pemilih yang mencoblos di lokasi ini total ada 81 orang. Jumlah ini termasuk petugas KPPS, karyawan dan total pasien sebanyak 56 orang.

Disampaikan juga oleh Totok, pasien yang dirawat ini sebelumnya sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Semula jumlahnya ada 77 pasien yang dengan penilaian dari dokter ahli bisa memberikan hak pilihnya dalam pemilu 2019.

Namun berjalannya waktu, mereka sudah diperbolehkan pulang dan mencoblos di lingkung tempat tinggalnya. Sedangkan pasien yang tersisa di maksimalkan dan sudah melalui serangkain tes yang dilakukan dokter ahli dan mereka dinyatakan siap dan berhak menyalurkan hak pilihnya seperti yang lainnya.

Baca juga:  Prabowo Pantau Perolehan Suara di Daerah dari Kertanegara

"Seperti yang kita lihat bersama mereka bisa memilih sendiri dan tidak ada yang mengantar dan mendampinginya," imbuh Totok.

Ditambahkan Totok, meskipun hasil tes yang dilakukan oleh dokter ahli jiwa secara rutin dan mereka sudah mendapatkan rekomendasi, namun tetap dalam pengawasan dan pendampingan dokter jiwa.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini