Terkait gangguan ini, aparat keamanan di Distrik Alama sempat memberikan balasan, namun kontak tembak tidak berlangsung lama dan tidak jatuh korban.
Sekitar pukul 11.00 setelah melakukan koordinasi dengan komando atas, Dandim bersama Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto dengan menggunakan dua unit Hely Bell milik Penerbad menuju Distrik Alama untuk melakukan proses evakuasi terhadap 28 personel yang terdiri dari 2 personel Kodim 1710/Mimika, 7 personel Yon B Brimob Timika, 13 personel Polres Mimika, 6 orang penyelenggara pemilu, dan 1 orang dari kontraktor selaku pihak ketiga yang mendistribusi logistik pemilu di Kabupaten Mimika.
"Jadi seluruhnya 28 orang dalam keadaan sehat, sudah kembali. Kecuali ada 7 personal dari Yon B Brimob Timika, sementara masih berada di distrik Agimuga, karena dua shortly Hely yang terakhir tidak bisa kembali mengingat cuaca. Namun akan jemput kembali besok pagi dengan Hely Penerbad yang sama kita gunakan," terangnya.
Proses evakuasi juga sekaligus dengan mengamankan dokumen C1 Plano yang kini diamankan di Polres Mimika untuk selanjutnya akan diserahkan ke KPU. Sedangkan untuk logistik berupa kota suara dan dokumen lainnya, kata Dandim, masih berada di Distrik Alama sambil menunggu situasi benar-benar aman barulah dijemput.
"Dengan kondisi seperti ini, yang kita prioritaskan adalah keselamatan jiwa demi kemanusiaan, sehingga rekan-rekan kita seluruhnya baik dari TNI, Polri dan penyelengara itu yang kita prioritaskan untuk di evakuasi. Kemudian surat C1 hasil pencoblosan kemarin," ujar Dandim.
(Edi Hidayat)