nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dandim Mimika Akui soal Gangguan Tembakan oleh Kelompok Bersenjata

Saldi Hermanto, Jurnalis · Kamis 18 April 2019 17:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 18 340 2045284 dandim-mimika-akui-soal-gangguan-tembakan-oleh-kelompok-bersenjata-4W9aP4qspm.jpg Dandim Mimika didampingi Kapolres Mimika dan Danlanud Timika (Foto: Okezone)

TIMIKA - Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Pio L. Nainggolan membenarkan terjadinya tiga kali gangguan tembakan oleh kelompok bersenjata di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua, sejak Kamis pagi (18/4/2019).

Namun, menurut Dandim, gangguan itu diarahkan kepada aparat keamanan (TNI-Polri) beserta penyelengara pemilu di wilayah itu, bukan kepada Hely Bell milik Penerbad yang hendak menjemput logistik pemilu.

"Sekitar pukul 06.00 WITA itu sebenarnya sudah ada tembakan yang diarahkan kepada anggota kita, tim pengaman dan pengawal disana beserta penyelenggara pemilu pilpres dan pileg yang berada di distrik Alama," kata Dandim saat ditemui awak media di Timika usai melakukan evakuasi personel TNI-Polri dan penyelenggara pemilu dari Alama, Kamis (18/4/2019).

Tidak hanya itu, sekitar pukul 08.00 WITA kelompok bersenjata mengganggu lagi dengan tembakan yang diarahkan ke pesawat Susi Air yang berada di lapangan terbang Aroanop.

"Kemudian juga pada saat Hely Penerbad kita akan menjemput tim pengaman, pengawal logistik beserta penyelenggara yang ada di distrik Alama," kata Dandim.

TNI

Baca Juga: Ketua DPR Kutuk Keras Penembakan 31 Pekerja di Papua

Terkait gangguan ini, aparat keamanan di Distrik Alama sempat memberikan balasan, namun kontak tembak tidak berlangsung lama dan tidak jatuh korban.

Sekitar pukul 11.00 setelah melakukan koordinasi dengan komando atas, Dandim bersama Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto dengan menggunakan dua unit Hely Bell milik Penerbad menuju Distrik Alama untuk melakukan proses evakuasi terhadap 28 personel yang terdiri dari 2 personel Kodim 1710/Mimika, 7 personel Yon B Brimob Timika, 13 personel Polres Mimika, 6 orang penyelenggara pemilu, dan 1 orang dari kontraktor selaku pihak ketiga yang mendistribusi logistik pemilu di Kabupaten Mimika.

"Jadi seluruhnya 28 orang dalam keadaan sehat, sudah kembali. Kecuali ada 7 personal dari Yon B Brimob Timika, sementara masih berada di distrik Agimuga, karena dua shortly Hely yang terakhir tidak bisa kembali mengingat cuaca. Namun akan jemput kembali besok pagi dengan Hely Penerbad yang sama kita gunakan," terangnya.

Proses evakuasi juga sekaligus dengan mengamankan dokumen C1 Plano yang kini diamankan di Polres Mimika untuk selanjutnya akan diserahkan ke KPU. Sedangkan untuk logistik berupa kota suara dan dokumen lainnya, kata Dandim, masih berada di Distrik Alama sambil menunggu situasi benar-benar aman barulah dijemput.

"Dengan kondisi seperti ini, yang kita prioritaskan adalah keselamatan jiwa demi kemanusiaan, sehingga rekan-rekan kita seluruhnya baik dari TNI, Polri dan penyelengara itu yang kita prioritaskan untuk di evakuasi. Kemudian surat C1 hasil pencoblosan kemarin," ujar Dandim.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini