Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Tewas Rangkaian Bom Sri Lanka Menjadi 310 Orang, 40 Terduga Pelaku Telah Ditangkap

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Selasa, 23 April 2019 |12:22 WIB
Korban Tewas Rangkaian Bom Sri Lanka Menjadi 310 Orang, 40 Terduga Pelaku Telah Ditangkap
Gereja St Sebastian, Negombo, Sri Lanka salah satu bangunan yang dibom dari 8 serangan bom. Foto/Reuters
A
A
A

COLOMBO - Jumlah korban tewas akibat serangkaian serangan bom bunuh diri di Sri Lanka telah bertambah menjadi 310 orang, Selasa (23/4/2019).

Juru bicara Kepolisian Sri Lanka mengutip Channel News Asia, Ruwan Gunasekera dalam sebuah pernyataan mengatakan sekitar 500 orang terluka akibat serangan mematikan itu.

Sri Lanka memulai hari berkabung nasional dengan mengheningkan cipta selama tiga menit.

Bendera diturunkan menjadi setengah tiang di gedung-gedung pemerintah, dan orang-orang menundukkan kepala.

Waktu mengheningkan cipta dimulai pada pukul 08.30 pagi waktu setempat, waktu pertama dari enam bom yang meledak pada Minggu pagi di gereja-gereja dan hotel-hotel di Sri Lanka.

Foto/AFP

Pihak berwenang mengatakan, 40 orang telah ditahan sehubungan dengan serangan-serangan itu. Pemerintah Sri Lanka menyalahkan National Thowheeth Jama'ath, kelompok militan lokal yang sebelumnya tidak banyak dikenal.

BacaKorban Bom Sri Lanka: Dari 3 Anak Miliarder Denmark hingga Koki Terkenal

BacaPolisi Sri Lanka Temukan 87 Detonator Bom di Dalam Bus

Mereka yang ditangkap sebagian besar adalah orang Sri Lanka, meskipun Gunasekera mengatakan polisi sedang menyelidiki apakah orang asing terlibat dalam serangan yang dilakukan oleh tujuh pembom bunuh diri.

Foto/Reuters

Juru bicara pemerintah Rajitha Senaratne mengatakan para penyelidik sekarang mencari petunjuk apakah kelompok itu menerima bantuan dari pihak asing.

Ia menambahkan bahwa ada organisasi kecil seperti itu tidak mungkin melakukan serangan bunuh diri yang terkoordinasi dengan baik.

Kantor Presiden Maithripala Sirisena mengatakan bahwa ada informasi dari intelijen yang menyebutkan bahwa kelompok-kelompok teror internasional berada "di belakang teroris lokal.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement