COLOMBO - Jumlah korban tewas akibat serangkaian serangan bom bunuh diri di Sri Lanka telah bertambah menjadi 310 orang, Selasa (23/4/2019).
Juru bicara Kepolisian Sri Lanka mengutip Channel News Asia, Ruwan Gunasekera dalam sebuah pernyataan mengatakan sekitar 500 orang terluka akibat serangan mematikan itu.
Sri Lanka memulai hari berkabung nasional dengan mengheningkan cipta selama tiga menit.
Bendera diturunkan menjadi setengah tiang di gedung-gedung pemerintah, dan orang-orang menundukkan kepala.
Waktu mengheningkan cipta dimulai pada pukul 08.30 pagi waktu setempat, waktu pertama dari enam bom yang meledak pada Minggu pagi di gereja-gereja dan hotel-hotel di Sri Lanka.

Pihak berwenang mengatakan, 40 orang telah ditahan sehubungan dengan serangan-serangan itu. Pemerintah Sri Lanka menyalahkan National Thowheeth Jama'ath, kelompok militan lokal yang sebelumnya tidak banyak dikenal.
Baca: Korban Bom Sri Lanka: Dari 3 Anak Miliarder Denmark hingga Koki Terkenal
Baca: Polisi Sri Lanka Temukan 87 Detonator Bom di Dalam Bus
Mereka yang ditangkap sebagian besar adalah orang Sri Lanka, meskipun Gunasekera mengatakan polisi sedang menyelidiki apakah orang asing terlibat dalam serangan yang dilakukan oleh tujuh pembom bunuh diri.

Juru bicara pemerintah Rajitha Senaratne mengatakan para penyelidik sekarang mencari petunjuk apakah kelompok itu menerima bantuan dari pihak asing.
Ia menambahkan bahwa ada organisasi kecil seperti itu tidak mungkin melakukan serangan bunuh diri yang terkoordinasi dengan baik.
Kantor Presiden Maithripala Sirisena mengatakan bahwa ada informasi dari intelijen yang menyebutkan bahwa kelompok-kelompok teror internasional berada "di belakang teroris lokal.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.