nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Panggil Enam Saksi untuk Tersangka Sofyan Basir

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 13:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 25 337 2047890 kpk-panggil-enam-saksi-untuk-tersangka-sofyan-basir-rikSL9s76H.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil enam orang sebagai saksi kasus suap dugaan pembangunan PLTU Riau-1 yang menyeret Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir.

"Penyidik hari ini dijadwalkan memeriksa enam orang saksi untuk tersangka SFB terkait tindak pidana korupsi terkait pembangunan PLTU Riau-1," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (25/4/2019).

(Baca juga: KPK Tetapkan Dirut PLN Sofyan Basir sebagai Tersangka)

Keenam saksi itu adalah Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso, Direktur Operasi PT Pembangkitan Jawa-Bali Investasi (PJBI) Dwi Hartono, Direktur Utama PT PJBI Gunawan Yudi Hariyanto.

Kemudian Plt Direktur Operasional PT PLN Batu Bara Djoko Martono, Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara, dan Kepala Divisi Independen Power Producer (IPP) PT PLN Muhammad Ahsin Sidqi.

Sofyan Basir. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

Kendati demikian, baru dua saksi yang tampak memenuhi panggilan KPK. Keduanya yakni Dirut PT PJB Iwan Agung Firstantara dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso.

Adapun sebelumnya pada Selasa 23 April 2019, KPK telah menetapkan Dirut PT PLN Sofyan Basir sebagai tersangka baru kasus suap dugaan pembangunan PLTU Riau-1.

(Baca juga: Jadi Tersangka, Dirut PLN Sofyan Basir Dinonaktifkan)

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di kantornya menjelaskan bahwa Sofyan Basir diduga telah membantu terpidana Eni Maulani Saragih untuk melakukan kesepakatan kontrak pembangunan PLTU Riau-1 agar diberikan kepada pengusaha Johanes B Kotjo.

Saut mengungkapkan, penetapan tersangka Sofyan Basir merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan yang menjerat Eni Maulani Saragih pada 2018.

Atas perbuatannya, Sofyan Basir disangka melanggar Pasal 12 huruf (a) (b) dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 ssbagaimana diubah UU 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Pasal 56 Ayat (2) juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

(han)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini