Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pertemuan Kim Jong-un dan Putin Bawa Harapan untuk Ribuan Pekerja Korut di Rusia

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Jum'at, 26 April 2019 |08:11 WIB
Pertemuan Kim Jong-un dan Putin Bawa Harapan untuk Ribuan Pekerja Korut di Rusia
Kim Jong-un dan Putin (Foto: Guardian)
A
A
A

Di St Petersburg, pekerja konstruksi asal Korut dilaporkan terlibat dalam pembangunan stadion sepak bola untuk Piala Dunia tahun lalu.

Sebuah perusahaan di St Petersburg yang membuat seragam untuk serdadu-serdadu Rusia, BTC Group, memiliki izin memperkerjakan 270 warga Korut pada 2017—meskipun humas perusahaan membantah ada orang Korut yang ditawari pekerjaan.

Pada 2018, BTC mengajukan izin untuk memperkerjakan warga Vietnam, berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja.

Kemudian di Karachay-Cherkassia yang terletak di Kaukasus Utara, perusahaan pertanian Yuzhniy mengantongi izin pada 2018 untuk memperkerjakan 150 warga Korut. Mereka dikontrak memanen sayuran guna memasok supermarket.

Lantas di Sverdlovsk, kawasan Ural, ada enam pelatih asal Korut yang bekerja di klub tenis meja sebuah pabrik pada 2017.

Perusahaan-perusahaan yang paling banyak menampung warga Korut di Rusia adalah perusahaan yang dimiliki orang Korut.

Data dari sistem informasi bisnis di Rusia, Spark, menunjukkan terdapat 300 perusahaan semacam itu pada awal 2018.

Lebih dari setengahnya bergerak di bidang konstruksi, seperti perusahaan Enisei di Siberia yang baru-baru ini membangun penjara baru.

Maskapai nasional Korut, Air Koryo, memiliki izin menerbangkan pesawat komersial dari Vladivostok. Ada pula cabang Bank Dagang Asing Korut. Keduanya tidak menanggapi permintaan wawancara.

Mayoritas perusahan Korut di Rusia dimiliki perseorangan.

Itu adalah tanda, kata Andrey Lankov, bahwa betapa bisnis Korut telah terdesentralisasi.

"Kementerian Perdagangan Asing adalah contohnya. Namun, kementerian, departemen, organisasi kecil, dan pengusaha juga bisa memulai bisnis di luar negeri.

"Pemilik sebuah perusahaan swasta bisa seorang pejabat pemerintah, seseorang dari dinas keamanan, atau pengusaha Korea Utara dengan uang dan kenalan yang baik."

Rangkaian sanksi PBB tidak disambut dengan baik oleh perusahaan-perusahaan Korut di Rusia.

Di Vladivostok, perusahaan konstruksi Yav-Stroi pernah menjadi salah satu perusahaan terbesar penampung karyawan asal Korut. Pada 2017, perusahaan itu mengantongi izin memperkerjakan 400 orang Korut.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement