RUSIA - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, sudah bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin, pertemuan pertama antara kedua pemimpin negara.
Bagi ribuan pekerja migran Korut di Rusia dan perusahaan yang menampung mereka, pertemuan keduanya diharapkan bisa membalikkan keadaan mengingat rangkaian sanksi PBB pada 2017 mengharuskan para pekerja migran Korut hengkang dari Rusia akhir tahun ini.
Terselip di dalam pusat perbelanjaan tidak jauh dari pusat kota Moskow, restoran Korea Utara, Koryo, menjadi daya tarik wisatawan yang tak terduga.
Baca juga: Putin dan Kim Jong-un Bertemu untuk Pertama Kalinya dalam KTT di Vladivostok
Restoran yang pemilik dan seluruh stafnya merupakan warga Korut itu menawarkan gambaran bagi penikmat kuliner, bagaimana rasanya bersantap di Pyongyang.
Selama bersantap di restoran tersebut, pengunjung akan disuguhi musik Korut pada televisi, serta kimchi dan mi dingin pada menu.
Sewaktu Kim Jong-un dan Vladimir Putin bertatap muka di Vladivostok, tempat itu sungguh ramai. Banyak meja disatukan untuk menampung para pengunjung yang bersantap bersama.

"Apakah hari ini adalah hari libur Korea Utara," tanya saya kepada seorang pelayan.
"Tidak. Ini hari biasa," jawabnya dengan bahasa Rusia yang terbata-bata.
Para pelayan di Koryo merupakan bagian dari sekitar 8.000 migran Korut yang diperkerjakan oleh perusahaan-perusahaan di seantero Rusia.
Angka itu turun tajam dari dua tahun sebelumnya. Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, pada 2017 terdapat 40.000 orang Korut yang bekerja di Rusia.
Baca juga: Kim Jong-un Tiba di Rusia dengan Kereta Lapis Baja untuk Pertemuan dengan Putin
Sebagian besar terpaksa hengkang untuk mematuhi rangkaian sanksi PBB yang melarang negara-negara memperkerjakan warga Korut karena negara itu masih menjalankan program nuklir.
Warga Korut yang bisa bekerja di Rusia adalah mereka yang menandatangani kontrak kerja sebelum sanksi diterapkan pada September 2017, sebut humas Kementerian Tenaga Kerja kepada.