nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria Lulusan Inggris dan Australia Frustasi karena Bom Gagal Meledak di Hotel Sri Lanka

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 26 April 2019 14:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 26 18 2048373 pria-lulusan-inggris-dan-australia-frustasi-karena-bom-gagal-meledak-di-hotel-sri-lanka-bvPGIwml9t.jpg Tangkapan layar Abdul Lathief Jameel Mohamed saat naik elevator hotel sebelum meledakkan diri. Foto/Sky News

KOLOMBO – Seorang pria diyakini salah satu pelaku bom bunuh diri Sri Lanka terekam kamera hotel sebelum bom ransel yang dibawanya gagal medelak.

Mengutip Sky News, Jumat (26/4/2019) pria itu bernama Abdul Lathie Jameel Mohamed (36). Ia berniat melakukan bom bunuh diri di Hotel Taj, Kolombo, satu rangkaian dengan serangan bom di gereja dan hotel di Sri Lanka.

Tangkapan layar CCTV memperlihatkan pelaku mengenakan topi sedang menaiki elevator.

Pihak berwenag Sri Lanka mengatakan bahwa ada yang tidak beres dengan bom yang dibawa Mohamed, sehingga ia frustasi dan meninggalkan hotel bintang lima itu.

Satu sumber mengatakan dia mengganti pakaiannya setelah bomnya tidak meledak lalu menggantinya dengan kemeja putih lengan pendek.

Dia kemudian naik becak menuju Dehiwala dan menginap di Tropical Inn sekitar jam 9.30 pagi, tepat setelah pemboman massal.

Foto/Sky News

Sumith Vijelal, manajer penginapan itu mengatakan bahwa pengemudi becak adalah temannya, dan mengatakan bahwa dia membawa Mohamed sebagai bantuan untuk mencarikan tamu untuknya.

Dia mengungkapkan pengemudi becak itu telah diinterogasi oleh polisi namun akan segera dibebaskan.

BacaPara Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Berasal dari Keluarga Kaya dan Berpendidikan

BacaKlaim Serangan Bom Sri Lanka, ISIS Rilis Foto Dalang Utama dan Pelaku Bom Bunuh Diri

Mohamed meminta kamar dengan kunci, sebelum membuang tasnya dan pergi, menurut Tuan Vijelal.

Seorang sumber pihak keamanan mengatakan dia mengunjungi masjid setempat.

Foto/Reuters

Dia kemudian kembali ke hotel sekitar pukul 13.30, pergi ke kamarnya lalu meledakkan dirinya hingga menewaskan seorang pria dan perempuan yang tinggal di kamar sebelah.

Ledakan juga membuat satu lantai rusak parah.

Mohamed sudah di bawah pengawasan polisi. Dia memiliki dua paspor dan sering bepergian, bahkan sudah ke Suriah.

Tersangka melakukan perjalanan pertamanya ke Inggris pada 1 Januari 2006 untuk belajar teknik penerbangan di Universitas Kingston.

Dia kemudian kembali ke Sri Lanka melalui Maladewa pada bulan September tahun berikutnya.

Dia kembali ke Inggris pada tahun 2008. Pejabat keamanan melihat dia berhubungan dengan kelompok ekstrimis.

Selama empat tahun berikutnya bepergian ke Malaysia, Singapura dan Sri Lanka. Kelompok Negara Islam dan Suraih diketahui punya sel jaringan di Malaysia.

Mohamed meraih gelar pascasarjana di Australia. Ia juga dilaporkan menikah dan memiliki anak.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini