“Safari politik dengan membagi-bagikan uang itu tidak benar, dan lagi, melalui para calegnya (demokrat), ada yang mengancam kepada para kepala kampung jika tidak mendukung mereka maka akan dicopot dari jabatannya. Ini juga kami sudah laporkan dengan bukti ke Bawaslu kemarin, dan sudag diusut oleh Bawaslu,” jelasnya.
Satu hal yang membuat warga kecewa adalah, adanya iming-iming uang Rp10 juta yang belum dapat diberikan. Pasalnya, warga diminta membuat rekening terlebih dahulu sebelum dana tersebut cair. Namun, menurut warga, hingga kini tak ada kiriman dana yang dijanjikan.
“Mereka memberikan per kepala seratus ribu untuk membuka buku rekening, lalu untuk mentrasfer 10 juta yang dimaksud, namun hingga kini uang tersebut tidak ada yang masuk ke rekening. Sementara suara demokrat sangat tinggi di sini,” katanya.
(Baca Juga: Aliansi Parpol di Tapanuli Tengah Desak KPU Gelar PSU di 882 TPS)
Ditegaskan, pihaknya mempersoalkan safari politik yang dilakukan oleh Bupati, pihaknya meminta Bawaslu dan Gakkumdu Kabupaten Waropen memproses temuan itu. Tanpa pandang bulu untuk menengakkan demokrasi.