13 Kapal Vietnam Ditenggelamkan, Menteri Susi: Ini Way Out yang Cantik

Ade Putra, Okezone · Minggu 05 Mei 2019 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 05 340 2051635 13-kapal-vietnam-ditenggelamkan-menteri-susi-ini-way-out-yang-cantik-lR4FKhafuc.jpg Penenggelaman Kapal Asing (Foto: Ade/Okezone)

PONTIANAK - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pemusnahan barang bukti tindak pidana perikanan di Kalimantan Barat, Sabtu (4/5/2019). Barang bukti yang dimusnahkan berupa 13 kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam.

Kapal-kapal kayu ini dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah. Sebelum ditenggelamkan, badan kapal ini terlebih dahulu dilubangi. Kemudian bagian dalam kapal diisi dengan air laut, untuk mempercepat penenggelaman kapal.

Seperti diketahui, ada 26 KIA yang sebenarnya akan ditenggelamkan di Kalbar. Namun, karena baru 13 kapal yang sudah inkrah atau memiliki ketetapan hukum, maka penenggelaman dilakukan secara bertahap. Rencananya, pekan depan akan dilakukan penenggelaman 13 KIA lainnya.

Pemusnahan barang bukti ini berbeda dari sebelum-sebelumnya. Dimana, sebelumnya setiap kapal asing yang terbukti mencuri ikan di perairan Indonesia, maka akan ditenggelamkan dengan cara diledakkan.

Dalam sambutannya di hadapan stakeholder di Kantor Stasiun PSDKP Pontianak, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, penenggelaman kapal adalah amanah undang-undang yang harus dilakukan.

"Dan, melihat dari apa yang terjadi dari negeri kita setelah beberapa tahun, penenggelaman kapal ini menjadi satu way out exit dari problem illegal fishing, yang telah menghabiskan sumber daya perikanan kita," ujar dia.

Kapal A

Baca Juga: Menteri Susi Akan Tenggelamkan Kapal Ilegal Vietnam saat Meningkatnya Isu Anti-Indonesia di Medsos

Ia mengatakan, terkadang terlalu mudah melupakan hal-hal yang sebetulnya belum lama terjadi. Seperti stok ikan yang dulunya puluhan ton, turun menjadi 7,1 ton di tahun 2014; rumah tangga nelayan kita berkurang hampir separuhnya; 115 eksportir tutup karena kekurangan bahan baku; Dan lebih dari 10 ribu kapal asing asing beroperasi di Indonesia.

"Seolah itu hal yang biasa. Setelah dibukanya izin kapal asing berbendera Indonesia, stok ikan kita berkurang, nelayan kita berkurang. Maka saya berbicara kepada Pak Presiden. Tak ada cara lain selain different effect," terang dia.

Menurut Menteri Suai, penenggelaman KIA juga memudahkan Indonesia keluar dari persoalan lama. "Kalau kita mau kulitin satu per satu persoalan kita, tangkapin oknum-oknum yang membantu kegiatan ilegal ini, tentunya nggak akan selesai. Sebetulnya ini way out yang sangat cantik untuk bangsa kita dan menakutkan untuk bangsa lain. Semestinya penyelesaian dengan cara ini harus menjadi sebuah pola," harapnya.

Sebelum penenggelaman kapal Vietnam ini, Menteri Susi sudah memberitahukan ke Dubes Vietnam di Indonesia, dan pihak terkait lainnya.

"Saya panggil dubesnya, pengusahanya, yang menjadi bekingnya. Dengan baik-baik. Dengan makan siang. Saya jamu. Saya hanya cerita saya akan eksekusi. Dan ternyata mereka mau. Kalau ada yang bandel, itu sudah kelewatan. Kan sudah diajak baik-baik," ceritanya.

Tapi persoalannya, lanjut dia terkadang ada oknum dari Indonesia sendiri yang ragu dan tidak konfiden. "Baru dua tahun tenggelamin kapal, kita ketakutan sendiri. Bagaimana kalau dilelang. Alat tidak sayang itu barang ditenggelamkan. Saya bilang kapal itu harganya Rp1 miliar. Kalau kita lelang hanya Rp 1 miliar, ikan yang dicuri saja itu satu tripnya mereka bisa dapat Rp2-3 miliar. Kamu sayang nggak sama ikan dan sumberdaya ekonomi," tegasnya.

Menteri Susi menegaskan, kalau kapal asing pencuri ikan dilelang, maka tak ada jera dan mereka tambah berani. Seperti halnya kapal kejadian sebelumnya, yang kapal Indonesia ditabrak oleh Vietnam.

"Maka tidak bisa ditolerir lagi bagi kejahatan bagi negara kita. Kalau kita toleran, oke lah. Tapi kalau kejahatan terhadap negara berkali-kali, masa kita masih mau toleran. Kalau bisa, angkat (angkut, red) semua ABK nya, tenggelamkan saja (kapalnya, red) di laut," tegasnya lagi.

Usai memberikan sambutan dan melakukan serah terima barang bukti dari Kejaksaan Tinggi Kalbar, Manteri Susi melakukan pemusnahan alat tangkap secara simbolis dengan cara dibakar. Di dermaga PSDKP Pontianak.

Setelah itu, Menteri Susi dan stakeholder ikut menyaksikan penenggelaman 13 KIA di perairan Tanjung Datu. Membutuhkan waktu tiga jam untuk menempuh lokasi penenggelaman KIA dari dermaga PSDKP Pontianak.

Kapal Asing

Menteri Susi yang duduk di butiran, menyaksikan dengan seksama penenggelaman kapal itu. Dia didampingi Wakasal, Gubernur Kalbar, Kajati Kalbar, Kapolda Kalbar Lantamal XII Pontianak dan lainnya.

Usai menyaksikan penenggelaman KIA, Menteri Susi saat diwawancarai mengatakan, ada 51 seluruh kapal yang sudah inkrah dan sudah dijadwalkan akan ditenggelamkan dalam satu bulan ke depan.

"Masih ada 90 kapal lagi, kapal yang masih dalam proses banding dan kasasi. Tentunya itu kita ingin memastikan keputusan menang keputusannya bahwa akan disita dan ditenggelamkan," ungkapnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini