Serangan terhadap dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret lalu menewaskan 51 orang dan melukai 40 lainnya. Sementara serangkaian serangan terhadap tiga gereja dan hotel di ibukota Kolombo, Sri Lanka, tepat pada hari Paskah 21 April lalu menewaskan sedikitnya 250 orang dan melukai 500 lainnya.
Laporan New York Times mengindikasikan bahwa dua kelompok militan yang melakukan serangan di Sri Lanka, merupakan pembalasan terhadap serangan di Selandia Baru.
Lebih jauh O’Neill juga mendorong warga masyarakat untuk mengintensifkan komunikasi dengan polisi dan aparat keamanan lain selama bulan Ramadan ini.
“Hubungan personal ini sangat penting. Kami mendapati bahwa ketika kita bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, keamanan publik lebih terjamin dan terasa berbeda. Kami ingin setiap orang memberi masukan atas isu-isu di pemukiman mereka,” tambahnya.
Menurut data statistik Kepolisian New York, ada 361 kejahatan bernuansa kebencian atau hate crime di kota itu pada tahun 2018, naik dibanding tahun 2017 dengan 228 kejahatan bernuansa kebencian.