nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Menarik Perhatian di 5th UNWTO World Forum on Gastronomy Tourism

Rabu 08 Mei 2019 13:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 08 1 2053039 indonesia-menarik-perhatian-di-5th-unwto-world-forum-on-gastronomy-tourism-ywWnAz0zDp.jpg Foto: dok.Humas Kemenpar

SPANYOL – Indonesia mampu menarik perhatian dalam event 5th UNWTO World Forum on Gastronomy Tourism di Spanyol. Hal ini tak lepas dari kesempatan yang diberikan kepada perwakilan Indonesia sebagai pembicara.

Event 5th UNWTO World Forum on Gastronomy Tourism sendiri berlangsung pada 2 - 3 Mei 2019 di San Sebastian, Spanyol. Forum ini sangat bergengsi karena dihadiri oleh peserta dari 80 negara.

Indonesia pun memanfaatkan event tersebut sebagai ajang berbagi praktek terbaik dalam promosi wisata gastronomi melalui kekuatan komunitas lokal. Pemaparannya disampaikan oleh Ketua Tim Percepatan Pengembangan wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Vita Datau.

Lebih lanjut ajang tersebut juga dimanfaatkan Vita untuk memperkenalkan Ubud sebagai destinasi wisata gastronomi berstandar global.

“Mereka ingin tahu bagaimana Ubud sebagai sebuah destinasi gastronomi, memiliki ekosistem lengkap, tetapi juga saling menguatkan antara manusia dan alam. Hal ini sesuai filosofi kehidupan Bali Tri Hita Karana. Bagian ini yang menjadi perhatian para partisipan yang hadir terutama para pakar pariwisata dan professor universitas dari negara-negara yang maju di bidang gastronomi dan industri makanan serta restoran,” paparnya, Rabu (8/5/2019).

Dijelaskan Vita, hal lain yang menjadi perhatian peserta adalah usaha Indonesia dalam menangani issue plastik dan pengelolaan sisa makanan. Khususnya di Bali karena pemerintah setempat sudah mulai menerapkan pembatasan penggunaan tas plastik. Yang juga menarik perhatian adalah konsep hijau pada makanan-makanan sehat, serta memperkuat pembangunan yang berkelanjutan.

 

Vita yang merupakan pendiri Indonesia Gastronomi Network juga mengungkapkan bawaha penting juga aset gastronomi Indonesia diekspose ke dunia. “Kita ekspose ke dunia tentang kekuatan aset gastronomi kita melalui forum forum Internasional. Sementara para pemilik destinasi, kita dorong untuk mengembangkan produknya serta memperkuat 3A (Akses, Amenitas dan Atraksi)," tuturnya.

"Dan tentunya serius membenahi faktor penting dalam kuliner, seperti kebersihan dan kesehatan makanan yang disajikan, termasuk tempatnya. Hal ini bisa dilakukan dengan kerjasama lintas kementerian dalam hal ini dengan Kemenkes (Kementerian Kesehatan),” tambah Vita.

Di tempat terpisah, Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman mengatakan, pembangunan destinasi berkelanjutan harus dilakukan melalui perencanaan yang matang oleh pemerintah daerah. Itu sebabnya Kemenpar mengirim tim yang tepat dan harus kembali membawa lesson learning untuk dibagikan ke seluruh pimpinan daerah sebagai pemilik destinasi.

“Jika beberapa negara masih sibuk mencari potensi gastronomi di destinasinya, Indonesia dilimpahkan kekayaan budaya, keberagaman lokal produk, dan resep traditional, serta tata cara makan yang menjadi daya tarik wisata gastronomi. Tinggal para CEO daerah yang menentukan, apakah mereka mau menjadikan kuliner khususnya gastronomi menjadi atraksi unggulan,” terang Dadang.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, Ubud menjadi prototype sekaligus pilot project bagi pengembangan destinasi-destinasi gastronomi Indonesia lainnya. Standar yang dipakai harus global, baik manajemennya maupun SDMnya. Dengan demikian maka kita akan mampu bersaing merebut pasar wisatawan minta khusus ini.

“Kemenpar akan bekerja dengan destinasi yang memiliki pemimpin yang berkomitmen tinggi, agar hasilnya menjadi optimal. Dan Indonesia mampu menaikan kunjungan wisman secara konsisten salah satunya melalui wisata gastronomi,” ujar Menteri yg terpilih menjadi salah satu Menteri terbaik negeri ini.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini