Para napi teroris yang mengamuk itu kemudian menyandera 9 orang polisi, 5 orang gugur sedangkan 4 orang lainnya berhasil dikeluarkan secara dramatis. Jumlah napi teroris yang terlibat dalam tindakan kerusuhan, penyanderaan dan pembunuhan tersebut sebanyak 156 orang.
Mereka menguasai Blok A, B dan C hingga polisi sempat tak bisa masuk menyerbu. Apalagi, para napi tersebut juga memegang senjata laras panjang yang daya tempuhnya hingga 800 meter.
Salah satu napi kemudian tewas dalam kerusuhan tersebut. Sisa 155 napi kemudian menyerahkan diri setelah diultimatum menyerah atau melawan dengan segala risikonya.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohamad Iqbal mengatakan, para ksatria yang gugur itu mendapat luka akibat senjata tajam di bagian leher. Mereka yang gugur dan mendapatkan kenaikan pangkat Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Respuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Benny Setiadi, Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dan Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.
3. Hari Palang Merah Sedunia