Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TKN Minta Meninggalnya Ratusan Petugas Penyelenggara Pemilu 2019 Tak Dipolitisasi

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Kamis, 09 Mei 2019 |19:13 WIB
TKN Minta Meninggalnya Ratusan Petugas Penyelenggara Pemilu 2019 Tak Dipolitisasi
Ilustrasi Pemilu 2019 (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pengacara kondang Elza Syarief mendampingi Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa meminta ratusan jenazah petugas penyelenggara Pemilu 2019 untuk diautopsi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kematian para pejuang demokrasi tersebut.

Selain itu, Elza Sarief bersama Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa meminta KPU RI menunda penetapan pemenang Pilpres yang tahapannya dijadwalkan pada 22 Mei 2019 mendatang. Menurut Elza dan Komunitas yang terdiri dari para dokter tersebut bahwa persoalan kemanusiaan lebih diutamakan ketimbang menetapkan pemenang pemilu.

Baca Juga: Ratusan Petugas Pemilu Meninggal, DPR Bakal Panggil KPU-Bawaslu 

"Untuk kemanusiaan, kita minta KPU menghentikan sementara proses tanggal 22 dan menyelesaikan terlebih dahulu tragedi kemanusiaan ini," kata Elsa, Kamis (9/5/2019).

Pengacara Elza Syarif Bersama Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa Meminta Ratusan Jenazah Petugas Penyelenggara Pemilu 2019 Diautopsi (Ist)	 

Kemudian Elza mengaku mengetahui bahwa pada pemilu sebelumnya juga ada korban jiwa, namun katanya pada pemilu 2014 jumlah korban meninggal tidak lebih dari 10 orang, sehingga dia tidak bersikap seperti saat ini.

"Ada (korban jiwa) 2014 tapi korbanya sangat kecil, tidak sampai 10 orang. Kali ini kita bersikap karena korbannya sangat besar dan tidak wajar," tuturnya.

Langkah Elza Syarif bersama Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa tersebut ditanggapi oleh Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN), Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Inas N Zubir. Menurutnya, apa yang dilakukan komunitas tersebut bernuansa politis.

Pasalnya sikap yang seolah peduli kemanusiaan atas korban Pemilu itu, baru dilakukan kali ini. Padahal kata Inas, pada pemilu sebelum-sebelumnya juga ada korban meninggal, namun tidak ada penyikapan dari Elza Syarief.

"Kenapa 2014 Elza Syarief diam saja. Padahal 2014 juga ada korban. Jadi jangan sampai isu kemanusiaan dipolitisasi. Pemerintah saat ini tetap melakukan penanganan terhadap korban, sebagaimana juga pada 2014," kata Inas.

Baca Juga: UGM Teliti Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas Penyelenggara Pemilu 2019 

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data KPU, korban meninggal pada pemilu 2014 terdapat 144 orang. Hal ini terungkap saat KPU memberi penjelasan kepada Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

"Mohon maaf, bung @Fahrihamzah. Berdasarkan data KPU, petugas KPPS yang meninggal dunia pada Pemilu Legislatif 2014 sebanyak 144 orang (saat itu masih 4 surat suara)," kata Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tantowi beberapa waktu lalu. 

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement