nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Cecar Ganjar soal Proses Penganggaran E-KTP

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 14:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 10 337 2054037 kpk-cecar-ganjar-soal-proses-penganggaran-e-ktp-SsFP6U5YvS.jpg Ganjar Pranowo di KPK (Foto: Arie Dwi/Okezone)

JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo rampung diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan korupsi e-KTP, pada siang ini. Politikus PDI-Perjuangan tersebut mengakui dicecar sejumlah pertanyaan terkait proses penganggaran proyek e-KTP oleh penyidik KPK.

"Pertanyaannya bukan keterlibatan kok tadi, anggaran proses. Proses biasa saja. Dr sini ke mana ke mana, gitu," kata Ganjar di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019).

 Baca juga: Mengenakan Batik Pendek, Ganjar Pranowo Penuhi Panggilan KPK

Ganjar sendiri merupakan mantan pimpinan Komisi II DPR saat proses penganggaran proyek e-KTP digodok di DPR. Kata Ganjar, saat itu memang terdapat usulan perubahan anggaran untuk proyek e-KTP.

 ganjar pranowo (arie Dwi)

"Itu mitra komisi 2 kan banyak biasa mau ada perubahan atau ada optimalisasi anggaran di banggar mesti setiap komisi dengan mitranya menyampaikan itu," terangnya.

 Baca juga: Mantan Direktur PT Java Trade Utama Diperiksa KPK Terkait Korupsi E-KTP

Menurut Ganjar, tidak ada pertanyaan yang baru dalam proses ‎penyidikan Markus Nari. Pertanyaan yang diajukan penyidik terhadap Ganjar pada hari ini sama dengan sebelumnya ketika diperiksa untuk tersangka korupsi e-KTP lainnya.

Sebelumnya, Ganjar sudah bolak-balik diperiksa tim penyidik KPK untuk tersangka yang lain. Nama Ganjar kerap muncul dalam dakwaan terdakwa korupsi e-KTP sebagai pihak yang menerima uang. Namun, hal itu telah dibantah Ganjar.

 Baca juga: KPK Sita Mobil Land Cruiser Diduga Milik Politikus Golkar Markus Nari

Sejauh ini, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Delapan orang tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, dan Markus Nari.

Saat ini, tinggal Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK. Sementara tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah korupsi proyek e-KTP secara bersama-sama dengan pidana masing-masing yang berbeda.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini