nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Gumpalan di Otak, Burung Beo yang Terancam Punah Ini Jalani Operasi

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 12 Mei 2019 04:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 12 18 2054580 ada-gumpalan-di-otak-burung-beo-yang-terancam-punah-ini-jalani-operasi-jCHfEzRdme.jpg Burung beo kakapo usai dioperasi. (Foto: Massey University)

DOKTER hewan di Selandia Baru melakukan operasi otak terhadap seekor burung beo kakapo yang terancam punah dalam sebuah prosedur operasi pertama di dunia untuk menyelamatkan spesies tersebut.

Para ahli bedah mengadaptasi teknik yang digunakan terhadap manusia dan mamalia lainnya untuk mengoperasi anak burung berusia 56 hari yang memiliki lubang di tengkoraknya itu.

Spesies asli Selandia Baru ini hampir musnah akibat praktik perburuan, hilangnya habitat, serta predator. Kini hanya tersisa 144 burung beo kakapo di dunia.

Burung beo kakapo. (Foto: David Wilthshire/Massey University)

Anak burung yang dinamai Espy 1B tersebut menetas di Pulau Codfish di selatan Selandia Baru dan berada dalam pengawasan Tim Pemulihan Kakapo Departemen Konservasi ketika para jagawana menyadari keberadaan gumpalan aneh di tengkoraknya.

Beo itu diterbangkan secara gratis oleh maskapai nasional Selandia Baru ke Rumah Sakit Wildbase di Universitas Massey, di mana prosedur perdana tersebut dilakukan.

Dalam pernyataannya, direktur rumah sakit Profesor Brett Gartrell mengatakan bahwa hanya terdapat selapis jaringan tipis antara otak burung itu dengan dunia luar.

"Lubang tersebut menyebabkan sebagian dari otak dan dura (lapisan pembatas keras yang meliputi otak) menonjol keluar," ujarnya.

Gartrell mengatakan bahwa operasi otak yang "berisiko" itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan nyawa burung tersebut, namun sebelumnya belum pernah dilakukan operasi serupa dalam dunia kedokteran hewan khususnya burung.

Burung beo kakapo. (Foto: Massey University)

Operasi yang dilakukan pekan lalu itu berhasil dilakukan, di mana pihak Rumah Sakit Wildebase mengatakan bahwa anak burung itu pulih dengan sangat baik.

Kakapo –spesies burung beo tergemuk di dunia– tidak memiliki kemampuan untuk terbang dan hidup sebagai makhluk nokturnal.

Burung tersebut pernah menjadi burung yang biasa ditemui di Selandia Baru, namun kini diklasifikasikan sebagai mahluk "terancam punah" oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) yang membuat "daftar merah" spesies-spesies yang berada dalam ancaman kepunahan.

Spesies burung beo kakapo sendiri baru-baru ini mencatatkan musim pembiakan yang paling sukses sejauh ini.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini