nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintahan Mahathir Berhasil Lewati Tahun Pertama yang Sulit

Agregasi VOA, Jurnalis · Minggu 12 Mei 2019 07:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 12 18 2054626 pemerintahan-mahathir-berhasil-lewati-tahun-pertama-yang-sulit-vPC1hH2Qtj.jpg Mahathir (Reuters)

MALAYSIA - Setahun yang lalu Mahathir Mohamad diambil sumpahnya sebagai PM Malaysia yang baru dan meraih kendali pemerintahan dari koalisi Barisan Nasional untuk pertama kalinya sejak kemerdekaan negara itu dari Inggris pada 1957.

Dalam pemilihan bersejarah sehari sebelumnya, koalisi yang dipimpinnya, Pakatan Harapan berhasil memanfaatkan kekecewaan rakyat dengan elite penguasa yang terlibat dalam korupsi.

 Baca juga: PM Malaysia Mahathir Mohamad Ungkap Alasan Kembali ke Dunia Politik

Harapan bagi reformasi secara cepat tinggi, dan disertai janji-janji kampanye dari Pakatan Harapan. Meskipun beberapa hasil dicapai, satu tahun ini lebih banyak dicirikan oleh kekalahan dan penundaan akibat ekonomi yang lesu, lawan politik yang tangguh, serta perbedaan etnis yang sulit dihilangkan.

 Mahathir Mohamad (Okezone)

Pada November pemerintah menarik janji untuk meratifikasi konvensi PBB menentang diskriminasi rasial akibat khawatir akan ada kemarahan dari pihak Melayu yang cemas perlakuan istimewa mereka akan terhapus. Menghadapi tekanan yang sama, Mahathir pada April mengumumkan Malaysia tidak akan bergabung dengan Pengadilan Kriminal Internasional.

 Baca juga: PM Mahathir Isyaratkan Akan Berkuasa Dua Tahun Lagi

“Ada kemajuan tetapi banyak pembalikan yang dilakukan pemerintah tahun lalu, dan ini berdampak negatif pada semangat awal tentang reformasi yang akan dilakukan Malaysia,” kata Shamini Karshni Kaliemutuh, direktur eksektuif Amnesty International Malaysia.

Sejak kemenangannya tahun lalu, Pakatan Harapan didera dalam pemilihan-pemilihan berikutnya, dan kalah dalam tiga pemilihan lokal.

 Baca juga: PM Malaysia: Indonesia Butuh Pemimpin yang Tak Terlalu Populer

Kejatuhan popularitas koalisi itu tercermin dalam survei opini. Laporan terbaru dari Merdeka Center, menunjukkan popularitas pemerintah anjlok dari 79 % setahun lalu ke 39 % pada Maret. Survei kepuasan atas kinerja Mahathir juga terpukul, dari 83 persen menjadi 46 persen.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini