Serangan bom bunuh diri tersebut menewaskan lebih dari 250 orang. Pihak berwenang mengatakan serangan dilakukan oleh kelompok militan setempat yang berafiliasi dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menyusul serangan bom bunuh diri, pemerintah menerapkan keadaan darurat. Tentara dan polisi diberi kewenangan secara penuh untuk menahan serta menangkap tersangka dalam jangka waktu yang lama.
Sejak insiden ini, organisasi Muslim mengatakan menerima puluhan laporan tentang perlakukan buruk yang diterima warga Muslim.
Jumlah populasi di Sri Lanka sekira 21 juta jiwa, sebanyak 10 persen di antaranya Muslim, sedangkan pemeluk Kristen sekira 7,6 persen. Mayoritas penduduk Sri Lanka sendiri memeluk Buddha.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.