nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Malaysia Tangkap 4 Pria yang Rencanakan Gelombang Serangan Selama Ramadan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 18:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 13 18 2055175 malaysia-tangkap-4-pria-yang-rencanakan-gelombang-serangan-selama-ramadan-jpmJGann0T.jpg Ilustrasi Foto/Okezone


KUALA LUMPUR - Polisi Malaysia menahan empat pria yang diduga merencanakan gelombang pembunuhan dan serangan di dalam dan sekitar ibu kota Kuala Lumpur selama bulan suci Ramadhan.

Keempat tersangka adalah dua Muslim Rohingya dari Myanmar, seorang Indonesia dan seorang Malaysia, kata Inspektur Jenderal Polisi Abdul Hamid Bador kepada media.

Para pelaku yang dijuluki sel "paket serigala", mengatakan anggotanya telah merencanakan serangan skala besar selama minggu pertama Ramadan untuk membalas seorang pemadam kebakaran Muslim yang diduga dipukuli sampai mati selama kerusuhan di sebuah kuil Hindu pada bulan November.

Kematian petugas pemadam kebakaran membuat marah mayoritas Muslim Melayu, beberapa di antaranya menuduh para pemimpin Hindu menghasut kerusuhan melalui komentar rasial.

"Sel ini juga telah merencanakan operasi untuk membunuh orang-orang terkenal yang dituduh menghina dan gagal menegakkan Islam," kata Abdul Hamid dalam rekaman video konferensi pers yang disaksikan oleh Reuters.

Dia menolak untuk mengidentifikasi target pembunuhan yang direncanakan.

Salah satu tersangka Rohingya yang berusia 20 tahun, mengatakan kepada polisi bahwa dia adalah pendukung Pasukan Keselamatan Arakan Rohingya (ARSA), sebuah kelompok pemberontak yang ddisebut berada di belakang sejumlah pembunuhan dan serangan di negara bagian Rakhine Myanmar.

Pria itu memiliki kartu identifikasi UNHCR yang dikeluarkan oleh badan pengungsi AS.

Polisi juga menyita pistol dan enam bahan peledak rakitan saat penangkapan.

Rohingya telah bertahun-tahun melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar, yang menyangkal kewarganegaraan karena mereka dipandang sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Mereka sering tiba di pantai Asia Tenggara dengan perahu untuk mencari suaka.

Lebih dari 90.000 Rohingya terdaftar di PBB di Malaysia, tetapi LSM memperkirakan sebanyak 200.000 Rohingya tinggal di negara tersebut.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini