nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengadu Domba TNI-Polri Ditetapkan sebagai Tersangka

Antara, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 15:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 13 525 2055102 pengadu-domba-tni-polri-ditetapkan-sebagai-tersangka-4z4xOCiIVq.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

CIREBON - Kepolisian Resor (Polres) Cirebon, Jawa Barat menangkap pelaku pembuat video viral yang provokatif dengan mengadu domba TNI-Polri. Pelaku langsung ditetapkan sebagai tersangka. 

"Anggota kami bersama tim Resmob Polda Jabar telah melakukan penangkapan terhadap seseorang yang telah membuat video dan memviralkan yang bermuatan ujaran kebencian dan provokatif," kata Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto, di Cirebon seperti dikutip Antaranews, Senin (13/5/2019).

Dia menyebutkan, inisial pelaku yang membuat video, yaitu IAS dan merupakan warga Cirebon. Pada saat ditangkap yang bersangkutan sedang berada di rumahnya.

"Pelaku kami amankan di rumahnya yang berada di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon," ujarnya.

(Baca Juga: Polisi Masih Selidiki Motif Penyebaran Video Adu Domba TNI-Polri

Ilustrasi

Menurutnya, saat ini IAS masih dimintai keterangan lebih lanjut untuk mengetahui motif dari yang bersangkutan membuat dan menyebarkan video provokatif itu.

"Kami akan melakukan pemeriksaan secara insentif maksud dan tujuan membuat video itu dan memviralkannya," ujarnya.

Video yang viral tersebut, kata Suhermanto, diunggah pada Minggu 12 Mei yang berisikan mengadu domba antara TNI dan Polri. Selain itu, dalam vide tersebut, IAS menyampaikan pada saat nanti 22 Mei merupakan HUT PKI. Padahal. menurut Suhermanto, tidaklah benar.

(Baca Juga: Adu Domba TNI/Polri di Medsos, Pria Ini Ditangkap

Atas perbuatannya, kata Suhermanto, IAS dijerat Pasal 45 A Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Tersangka terancam hukuman penjara enam tahun dan denda Rp500 juta," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini