nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria Cirebon Pembuat Video yang Adu Domba TNI-Polri Akhirnya Digiring Ke Polda Jabar

Fathnur Rohman, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 22:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 13 525 2055271 pria-cirebon-pembuat-video-yang-adu-domba-tni-polri-akhirnya-digiring-ke-polda-jabar-4r1EgnHaye.jpg Ilustrasi Penangkapan (foto: Shutterstock)

CIREBON - Setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Cirebon, pria berinisial IAS akhirnya digiring ke Polda Jawa Barat (Jabar), pada Senin (13/5/2019) malam. Selama 3-4 jam melalui pemeriksaan, IAS dicecar 30 pertanyaan.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto melalui Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Joni mengatakan, berkas perkara dari kasus IAS sudah lengkap. Kasus IAS sendiri akan dilimpahkan ke Polda Jabar.

Baca Juga: Polisi Masih Selidiki Motif Penyebaran Video Adu Domba TNI-Polri 

Dirinya menambahkan, selama melakukan pemeriksaan, sekitar lima orang saksi sudah dimintai keterangan. Ia mengaku, untuk selanjutnya pelimpahan serah terima berkas perkara sudah dilakukan.

"Dalam kasus ujaran kebencian dan provokasi ini, bersama tim siber Polda Jabar, penanganan dilimpahkan ke Polda Jabar, " ucap Joni.

 

Sementara Kuasa Hukum IAS, Ibrahim Kadir Tuasamu menjelaskan, bahwa kliennya dengan inisiatif diri sendiri, membuat dan mengunggah video yang mengandung unsur mengadu domba instansi TNI-Polri, serta berita bohong pada 22 Mei sebagai hari lahir PKI.

Lebih lanjut, menurutnya hal tersebut terjadi, karena IAS merasa emosional dan bersemangat sebagai salah satu tim paslon capres-cawapres. Jadi IAS melakukan hal tersebut tanpa ada desakan dari pihak mana pun.

"Beliau hanya mungkin merasa emosionalnya, atau semangat sebagai salah satu tim 02," kata Ibrahim.

Baca Juga: Pengadu Domba TNI-Polri Ditetapkan sebagai Tersangka 

Disampaikan Ibrahim, jika IAS merasa menyesal dan meminta maaf, karena sudah membuat video-video tersebut. Ia menuturkan, kalau kliennya itu akan bertanggung jawab.

IAS saat sudah berstatus tersangka, karena sudah melanggar UU ITE, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda 500 juta.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini