Menanggapi kerusuhan itu, kantor PBB di Kolombo telah mendesak pemerintah Sri Lanka untuk meminta pertanggungjawaban pelaku dan "memastikan bahwa situasinya tidak meningkat".
Warga Muslim berjumlah hampir 10 persen dari 22 juta penduduk di Sri Lanka, yang sebagian besar adalah penganut Buddha Sinhala. Kekerasan massa yang menargetkan komunitas Muslim di Sri Lanka tengah pada Maret tahun lalu, mendorong pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat.
Sri Lanka memiliki sejarah konflik etnis dan kekerasan terbaru ini telah memicu kekhawatiran.
Pemberontak separatis dari komunitas minoritas Tamil melakukan pemberontakan dengan kekerasan terhadap pasukan pemerintah selama beberapa dekade sampai perang saudara berakhir pada 2009.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.