KUPANG - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Waingapu, Sumba Timur, Arief Tyastama mengatakan, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), sering diguncang gempa bumi karena berada pada batas dua lempeng tektonik.
"Sumba selalu diguncang gempa karena berada pada batas pertemuan dua lempeng tektonik, yaitu lempeng Indoaustralia dan lempang eurasia," kata Arief Tyastama di Kupang mengutip laman Antaranews, Rabu (15/5/2019).
Baca juga: NTT Diguncang 5 Kali Gempa Bumi
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan faktor yang menjadi penyebab Pulau Sumba hampir setiap hari selalu diguncang gempa bumi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, selama bulan April 2019, terjadi 292 kali gempa bumi mengguncang wilayah Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
