nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolda: Masyarakat Jawa Barat Enggak Usah Ikut-Ikut People Power!

CDB Yudistira, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 02:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 16 525 2056250 kapolda-masyarakat-jawa-barat-enggak-usah-ikut-ikut-people-power-HXS3QfYHxC.jpg Irjen Rudi Sufahriadi (Istimewa)

BANDUNG – Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Sufahriadi mengajak masyarakat terutama mahasiswa untuk tidak ikut-ikutan dalam aksi massa atau people power yang diserukan oleh kubu Prabowo-Sandiaga untuk memprotes hasil Pilpres 2019.

Ajakan itu disampaikan Rudi saat bersilaturahmi dengan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi se Jawa Barat di Hotel Elroyale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu (15/5/2019).

"Saya mengimbau kepada masyarakat Jawa Barat enggak usah ikut-ikut people power yang ke Jakarta. Kita di sini Jawa Barat, jaga Jawa Barat aman kondusif dan kita menerima apa hasilnya (Pemilu)," katanya.

Mahasiswa diajak bekerjasama menjaga keamanan dan ketertiban.

"Kita berusaha masyarakat agar tetap tenang karena sudah ada lembaga yang ditunjuk oleh negara dan oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang menentukan siapa pemenangnya kompetisi ini," ujarnya.

 Pemilu 2019

Pengurus BEM di Jabar yang juga Sekretaris Gerakan Mahasiswa Mahasiswa Indonesia, Romadon Hariyansyah mengajak para mahasiswa tetap bersikap netral, tanpa terseret dalam kepentingan politik praktis.

"Ini momentum politik, KPU akan mengumumkan pemenang. Saya mengajak untuk netral tidak terpengaruh apa pun. Yang saya imbau kepada para rekan mahasiswa lainnya untuk jaga kondusifitas Bandung dan nasional. Kita tangkis dari Bandung, koordinasi dari teman-teman BEM," kata dia.

Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menilai gerakan people power memprotes hasil Pemilu berpotensi memecah belah persatuan bangsa. MUI mengajak masyarakat tidak ikut aksi tersebut.

"Itu terindikasi dapat memecah belah bangsa, untuk itu kami tidak sependapat dengan gerakan tersebut," kata Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafei.

MUI Jabar meminta peserta Pemilu dan massa pendukungnya menerima apapun hasil Pemilu yang diputuskan KPU sebagai otoritas penyelenggara yang diakui secara sah oleh negara.

"Intinya kalau memang anggap Pemilu ini curang dan sebagainya, kan ada cara untuk menyampaikan. Bukan dengan berkumpul saja, ini kan konyol," kata dia.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini