nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelabuhan Ilegal Jadi Pintu Masuk Peredaran Narkoba di Babel

Arsan Mailanto, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 20:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 17 340 2057151 pelabuhan-ilegal-jadi-pintu-masuk-peredaran-narkoba-di-babel-doblY1XL6v.jpg Polisi dan BNNP Babel gagalkan penylundupan sabu seberat 7 Kg (Foto: Arsan/Okezone)

PANGKALPINANG - Kapolda Bangka Belitung (Babel) mengapresiasi BNNP Babel bersama tim gabungan Polda Babel, Bea dan Cukai Pangkalpinang - KSOP Muntok, Bangka Barat dalam menangkap pelaku dan menyita narkoba jenis sabu sebanyak 7 kg asal Malaysia.

"Masuknya narkoba ke wilayah Babel melalui jalur laut dan wilayah kita ini sangat terbuka apalagi pelabuhannya ada yang resmi dan ada yang tidak resmi," kata Kapolda Babel Brigjen Pol Istiono saat konferensi pers kepada awak media di Kantor BNPP Babel, Jumat (17/5/2019).

Dijelaskannya, jalur laut tidak resmi alias ilegal menjadi pintu masuknya barang haram tersebut. Ini peluang para penjahat untuk memasukkan barang-barang ilegal seperti narkoba, dan ini sangat mudah.

"Jadi saya harap masyarakat bersama instansi terkait harus bersenergi, sebab jumlah anggota polisi terbatas, BNNP juga terbatas, serta Bea dan Cukai pun terbatas. Maka dibutuhkan masyarakat dan komponen penegak hukum lainnya harus saling bersinergi," imbuh Kapolda.

Istiono juga menjelaskan pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok merupakan salah satu pelabuhan yang merupakan jalur masuk barang-barang ilegal.

"Pengamatan kami memang dari dulu pelabuhan Muntok menjadi pelabuhan utama dan para pelaku narkoba datang melalui jalur tersebut, karena sangat dekat dengan wilayah Sumatera Selatan," ungkapnya.

Polisi dan BNNP Babel ungkap penyelundupan sabu seberat 7kg

(Baca Juga: BNN Amankan 7 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi di Bangka Belitung)

Karena itu, Kapolda berpesan bakal memperketat penjagaan wilayah Pelabuhan Muntok, dan petugas kepolisian di sana selalu patroli guna mengontrol apa-apa saja yang masuk melalui jalur laut tersebut.

Sementara nilai sabu 7 kg yang masuk di Babel dari hasil penangkapan selama dua pekan dari tanggal 1 Mei hingga 15 Mei 2019 diperkirakan mencapai Rp 15 miliar, dan pelaku terancam hukuman bisa seumuran hidup.

"Jadi saya mengingatkan banyak barang yang beredar dan mari sama-sama kita mengantisipasinya dan kami butuh informasi dari masyarakat," harap Istiono.

Hal senada disampaikan Gubernur Babel Erzaldi Rosman saat menghadiri konferensi pers BNNP Babel, menurutnya ini merupakan peristiwa luar biasa. Karena masuk sejarah sebanyak 7 kg sabu masuk ke wilayah Babel dalam waktu 2 minggu selama Mei 2019.

"Saya pikir, ini peristiwa luar biasa ya. Bayangkan dalam waktu kurun 2 pekan tahun ini ada 7 kilogram sabu masuk ke daerah kita. Dengan demikian saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada tim gabungan BNNP Babel, Polda Babel, Bea dan Cukai Pangkalpinang, serta instansi terkait lainnya dalam hal keseriusan memberantas peredaran narkoba di Babel ini," kata Gubernur Babel.

Erzaldi mengaku kesal dengan ulah para pelaku pengedar narkotika yang berhasil diringkus oleh BNNP Babel beberapa waktu lalu.

Wajar saja, seperti dijelaskan Kepala BNNP Babel Brigjen Pol Nanang Hadiyanto selama awal Mei 2019, barang bukti yang berhasil disita oleh BNNP Babel dari kelima pelaku tersebut dalam skala besar, yakni, narkotika jenis sabu seberat 7 kg, 1758 butir tablet ekstasi biru, 3029 butir tablet ekstasi hijau dan 31 butir happy five dari tersangka.

"Ini kan racun untuk masyarakat Bangka Belitung, memang disatu sisi ini prestasi bagi Pak Kapolda dan BNN, namun di sisi kami ini racun masyarakat," keluhnya.

Bahkan, dia berharap para pelaku pengedar narkotika tersebut dapat diberikan hukuman mati. "Kalian sadar enggak, kalo perbuatan kalian ini bisa dihukum mati. Jangan main-main loh," tegasnya kepada para pelaku.

Polisi dan BNNP Babel ungkap penyelundupan sabu seberat 7kg

Untuk memperketat jalur peredaran narkotika ke Babel, Erzaldi menjelaskan, pihaknya akan memasang cctv dan alat pendeteksi narkotika di titik-titik pelabuhan yang rentan penyelundupan.

"Adanya cctv dan alat-alat pendeteksi akan lebih mempermudah petugas untuk mendeteksi, selain itu mempersempit ruang gerak para pelaku di samping kita menertibkan pelabuhan-pelabuhan liar," tandasnya.

Selain itu, Gubernur juga mengimbau kepada masyarakat, apabila melihat atau mendapat informasi tentang peredaran narkoba, agar segera melapor ke petugas BNNP atai aparat kepolisian.

"Informasikan sedetail-detailnya kepad petugas terhadap narkoba ini, kita perang bersama-sama, semoga kepedulian masyarakat itu betul-betul dapat menekan jumlah peredaran narkoba di wilayah kita ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini