nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekjen dan Bendahara KONI Jalani Sidang Vonis Suap Dana Hibah

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 09:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 20 337 2057784 sekjen-dan-bendahara-koni-jalani-sidang-vonis-suap-dana-hibah-sV77N74TgM.jpg Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy menjalani sidang kasus dana hibah. (Foto: Sindonews)

JAKARTA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengagendakan sidang putusan (vonis) terhadap dua petinggi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada hari, Senin 20 Mei 2019.‎ Keduanya yakni Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy; dan Bendahara Umumnya KONI, Johny E Awuy.

Ending Fuad Hamidy dan Johny E Awuy akan menjalani sidang putusan terkait kasus dugaan suap pemulusan dana hibah untuk KONI dari pemerintah melalui Kementeriaan Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Sebelumnya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melayangkan tuntutan terhadap keduanya dengan pidana berbeda. Tuntutan jaksa terhadap Johny lebih rendah dari Ending Fuad.

Jaksa menuntut Ending Fuad Hamidy dengan pidana 4 tahun penjara. Ending juga dituntut membayar denda Rp150 juta subsider 6 bulan kurungan. Sementara Johny E Awuy dituntut 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

(Baca juga: Suap Dana Hibah KONI, Menpora Disebut Terima Rp11,5 Miliar Lewat Asprinya)

Jaksa berkesimpulan Ending Fuad Hamidy bersama Johny E Awuy ‎ terbukti menyuap tiga pejabat Kemenpora untuk memuluskan pencairan dana hibah dari pemerintah.

Dalam analisis yuridis jaksa, Ending dan Johny terbukti menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanta.

Ilustrasi korupsi. (Foto: Okezone)

Menurut jaksa, Ending dan Johny memberikan 1 Toyota Fortuner hitam dan uang Rp300 juta kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana diberikan kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp100 juta.

Kemudian Johny dan Ending memberikan ponsel merek Samsung Galaxy Note 9 kepada Mulyana. Selain itu, Ending memberikan uang Rp215 juta kepada Adhi Purnomo dan Eko Triyanta.

Jaksa menduga pemberian hadiah berupa uang serta barang tersebut bertujuan agar Mulyana dan dua orang lainnya membantu mempercepat proses persetujuan serta pencairan dana hibah Kemenpora yang akan diberikan kepada KONI.

(Baca juga: Sekjen KONI Dituntut 4 Tahun Penjara Terkait Suap Dana Hibah)

KONI mengajukan proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multievent 18th Asian Games 2018 dan 3rd Asian Para Games 2018.

Kemudian proposal dukungan KONI dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi 2018.

Atas perbuatan tersebut, keduanya dinilai bersalah melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini