nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Titik Kumpul Dekat Kediaman Jokowi, Mahasiswa Soloraya Gelar Long March ke Kantor KPU

Bramantyo, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 17:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 20 512 2058050 titik-kumpul-dekat-kediaman-jokowi-mahasiswa-soloraya-gelar-long-march-ke-kantor-kpu-uEhgCfqy0g.jpg Demo Mahasiswa Soloraya (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO – Aliansi Mahasiswa Soloraya menggelar aksi keprihatinan. Hal ini terkait banyaknya petugas Pemilu hingga aparat Kepolisian yang meninggal dunia saat bertugas mengawal pesta demokrasi tersebut.

Pantauan Okezone, dalam aksi tersebut, sempat diwarnai ketegangan saat para mahasiswa memilih berkumpul di persimpangan jalan menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pasalnya, lokasi awal berkumpulnya mahasiswa ini, selain berada di titik pertemuan kendaraan bertonase besar, seperti truk dan bus, juga dekat sekali dengan kediaman pribadi Presiden Joko Widodo.

 Baca juga: KPU Berpeluang Umumkan Hasil Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Hari Ini

Petugas kepolisian yang mengawal jalannya aksi, sempat meminta agar para mahasiswa ini untuk segera melanjutkan aksinya ke Kantor KPU. Namun, terlihat para mahasiswa ini belum bersedia bergerak.

 Demo Mahasiswa Soloraya terkait Pemilu (Foto: Bramantyo/Okezone)

Mereka belum bersedia bergerak menuju kantor KPU, dikarenakan masih banyak mahasiswa yang belum bergabung di dalam aksi. Karena terus didesak, akhirnya para mahasiswa ini langsung merapatkan barisan dengan membentuk formasi lingkaran kecil.

Selang beberapa waktu, akhirnya mereka pun bergerak menuju kantor KPU sambil bergandengan tangan. Selain berorasi, para mahasiswa ini pun terlihat membentangkan spanduk bertuliskan "Pemilu Serentak Panitia Sekarat".

 Baca juga: Perindo, Gerindra, Hanura dan PPP Laporkan KPU DKI ke DKPP Terkait Penggelembungan Suara

Di sepanjang aksi long march, para mahasiswa ini menyesalkan banyaknya petugas yang menjadi korban. Tercatat jumlah petugas KPPS yang jatuh sakit mencapai 11.239 orang. Apalagi, jumlah petugas KPPS yang meninggal mencapai 527 jiwa.

"Para petugas meninggal karena kelelahan jelas bentuk kegagalan pemerintah mengantisipasi dampak terburuk dari sistem yang mereka buat. KPU harus di evaluasi secara menyeluruh meliputi regulasi, perencanaan, organisasi, recutmen, pelatihan hingga dukungan dan fasilitas untuk anggota kpps,"teriak koordinator lapangan Agil, Senin (20/5/2019).

Selain itu, para mahasiswa ini pun meminta agar sistem pemilu dibenahi mulai awal tahun 2020.

"Setelah pemerintahan baru terpilih dan DPR RI sudah mulai membuat agenda, sehingga 2021 bisa lahir aturan baru yang lebih baik. Tujuannya agar tidak muncul kasus yang lebih parah di pemilu 2024. Dan rencana pemberian santunan kepada korban juga harus segera direalisasikan oleh pemerintah," terang Agil.

 Baca juga: TNI-Polri Selaraskan Strategi Pengamanan Rekapitulasi Suara di KPU

Di depan kantor KPU, yang sudah dijaga ketat aparat kepolisian termasuk satu unit water Canon disiagakan, para mahasiswa yang datang dari gabungan BEM se Soloraya ini begitu bersemangat berorasi. Mereka silih berganti terus berorasi.

Setelah puas berorasi, sebelum membubarkan aksi, para mahasiswa ini menyampaikan lima pernyataan sikap diantaranya, turut bersuka atas gugurnya petugas penyelenggara pemilu serentak 2019.

Mendesak agar DPR mendorong pemerintah segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen bersama masyarakat sipil dengan melibatkan berbagai pihak, baik dari kalangan medis maupun tokoh masyarakat untuk menelusuri penyebab kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Poin ketiga, menuntut pemerintah bersama DPR RI dan penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu, dan DKPP) mengevaluasi pelaksanaan pemilu serentak 2019 secara terbuka dan independen.

Poin keempat, mengajak kedua belah kubu peserta pemilu berhenti memanfaatkan isu kemanusiaan untuk kepentingan politik praktis dan elektoral semata.

Dan poin terakhir, menuntut pemerintah untuk segera merealisasikan pemberian santunan kepada keluarga korban.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini