Untuk memilih 10 Top Kuliner dan Destinasi, Kemenpar meramu informasi dari berbagai sumber. Antara lain TripAdvisor, Google Maps, Google, dan Local Guide. Lalu diverifikasi Genpi dan dikurasi Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizky Handayani menuturkan peristiwa mudik lebaran tak bisa dilepaskan dari aktivitas pariwisata. "Ini berarti karena ada pergerakan orang, di situ juga terjadi pergerakan uang yang bisa mendorong pertumbuhan pariwisata daerah," ungkapnya.
Hal ini dikuatkan dengan informasi dari Bank Indonesia, yang mengestimasikan akan ada perputaran uang hingga Rp 200 triliun selama 11 hari libur lebaran. Asumsinya per orang menghabiskan sekitar Rp 10 juta.
Pada momen itu juga Ketua Tim Co-Branding Kemenpar Priyantono Rudito menjelaskan tentang co-branding yang dilakukan Kemenpar. “Bahwa, program Pesona Mudik Lebaran ini merupakan bentu co-creation dalam kerja sama co-branding, khususnya brand oleh-oleh artis entrepreneur,” bilang Priyantono.
Program co-branding itu antara lain, aktivasi kampanye media sosial, bazar pesona mudik. Lalu, ada program promo "Hot Delas" produk oleh-oleh artis yang didukung mitra co-branding lainnya. Tercatat ada 10 brand menjadi mitra co-branding Kemenpar. Antara lain, BRI, Grab, Bluebird, Telkomsel, Traveloka, Tiket.com, Hydro Coco, Rumah Zakat, Gofress, dan Batik Trusmi.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.