nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Sebut Massa Perusuh di Slipi Bukan Penduduk Setempat

Antara, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 20:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 22 337 2059202 warga-sebut-massa-perusuh-di-slipi-bukan-penduduk-setempat-bIdSNbzUkN.jpg Massa aksi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sejumlah warga yang tinggal di lokasi kerusuhan di Slipi dan Petamburan mengungkapkan, para perusuh bukan penduduk lokal. 

Seorang warga di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat, Fedriansyah, mengatakan bahwa tidak ada satu pun yang dia kenali sebagai warga setempat.

Menurut dia, warga di kampungnya tidak ada yang ikut dalam aksi kerusuhan yang pecah sejak Rabu siang di Slipi dan Petamburan.

"Bahkan, warga kami berjaga di ujung gang akses masuk mencegah para perusuh yang melarikan diri masuk ke kampung kami," kata Febri dikutip Antaranews, Rabu (22/5/2019).

(Baca Juga: Polisi Dibantu Warga Slipi Bubarkan Massa Aksi 22 Mei)

Upaya tersebut, kata dia, untuk mencegah adanya penembakan gas air mata ke arah kampung. "Banyak anak-anak di kampung kami, kasihan kalau mereka menghirup gas air mata," kata Febri.

Senada dengan Febri, warga lainnya di kelurahan Kota Bambu Selatan yang lokasinya juga sangat dekat dengan lokasi kerusuhan, Khusni mengatakan para perusuh bukan warga setempat.

"Sebelum kerusuhan pecah, banyak kendaraan bermotor dengan nomor polisi dari luar Jakarta yang terparkir di sini," kata dia.

Aksi massa

Menurut dia, warga setempat tidak mungkin melakukan kerusuhan di lingkungan tempat tinggal mereka. Sementara itu, kerusuhan kembali pecah di Jalan Brigjen Katamso, Rabu malam.

Setelah sempat tenang sejak menjelang waktu berbuka puasa, kerusuhan kembali pecah sekitar pukul 18.45 WIB.

(Baca Juga: Polda Metro: Bentrok Aksi 21-22 Mei Sudah Direncanakan dan 257 Tersangka Dibiayai)

Massa berteriak memprovokasi menantang polisi. Setelah menahan diri, sekira pukul 19.00 WIB pasukan kepolisian merangsek ke arah massa menghalau ke arah Jalan KS Tubun.

Hingga pukul 19.43 WIB kerusuhan masih berlangsung dengan lemparan batu dari massa perusuh dan tembakan gas air mata petugas kepolisian.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini