nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kericuhan Aksi 21-22 Mei Harus Dijadikan Pelajaran

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 20:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 23 337 2059652 kericuhan-aksi-21-22-mei-harus-dijadikan-pelajaran-ZNi5oMP3tj.jpg Aksi 22 Mei di depan Bawaslu Ri, Jakarta berujung kerusuhan (Foto: Okezone)

JAKARTA – Ketua Umum Arus Baru Indonesia (ARBI) Lukmanul Hakim menyesalkan aksi penolakan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 berujung kerusuhan. Delapan orang dikabarkan meninggal karena aksi yang berlangsung pada 21-22 Mei.

"ARBI turut prihatin dengan aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan dan membuat sedikitnya delapan orang meninggal,” ujar Lukman dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

(Baca Juga: Polisi Sita HT Berstiker PKS dari Massa Perusuh Aksi 22 Mei)

Lukman menegaskan, seharusnya penyampaian kritik dilakukan sesuai koridor hukum tanpa harus mengorbankan banyak pihak, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Ia pun berharap insiden tersebut tak terulang lagi dan menjadi momentum bagi semua pihak untuk tetap menahan diri.

Aksi 22 Mei

Seluruh masyarakat juga diimbau untuk tak terpancing provokasi, baik disebarkan secara lisan maupun informasi yang berseliweran di media sosial.

“Semoga peristiwa kemarin menjadi pelajaran bagi kita semua, agar ke depan kita selalu mengedepankan hubungan persaudaran antara sesama manusia,” kata Lukman.

(Baca Juga: Pelaku Kerusuhan 22 Mei di Petamburan Dapat Imbalan Rp50-200 Ribu)

Pihaknya pun mengapresiasi kinerja Polri dan TNI dalam membendung kerusuhan agar tidak meluas dengan mengamankan sejumlah provokator. Menurutnya, sekarang sudah saatnya untuk melepas rivalitas politik.

“Mari, kita sama-sama menjaga persaudaran, keamanan, dan terus menjadikan Indonesia sebagai negara yang damai dan bersahaja,” tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini