Batas Waktu Gugat Pemilu 2019 ke MK Berakhir Jumat

Antara, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 14:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 23 605 2059482 batas-waktu-gugat-pemilu-2019-ke-mk-berakhir-jumat-3oL4TiShJe.jpeg Komisioner KPU Viryan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengingatkan batas waktu berakhirnya masa sengketa atas hasil penetapan suara nasional Pemilu 2019 bagi peserta Pemilu 2019 berakhir pada Jumat 24 Mei dini hari.

"Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang tahapan Pemilu, batas waktu masa gugatan Pileg adalah 3x24 jam sejak penetapan dilakukan. Untuk Pileg berakhir pada pukul 01.46 WIB hari Jumat (24 Mei)," ujar Komisioner KPU RI Viryan di Jakarta seperti dikutip Antaranews, Kamis (23/5/2019).

(Baca Juga: Muhammadiyah Ajak Tokoh Agama hingga Elite Politik Ciptakan Suasana Sejuk Pasca-Pemilu)

Dalam aturannya, kata dia, penetapan waktu akhir masa sengketa melalui Mahkamah Konstitusi (MK) disesuaikan dengan jam ketuk palu pengesahan rekapitulasi suara tingkat nasional dari 34 provinsi yang dilakukan Komisioner KPU RI.

Sementara gugatan hukum melalui MK bagi kontestan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden juga akan diberlakukan pada hari yang sama, namun dengan jam yang berbeda dari Pileg.

Menurut dia, masa sengketa Pilpres di aturan tersebut hanya disebut tiga hari usai penetapan rekapitulasi suara tingkat nasional Pemilu 2019. "Untuk jamnya, mungkin MK lebih berhak untuk mengumumkan kepada publik," katanya.

Ilustrasi

Penetapan rekapitulasi suara nasional untuk Pilpres maupun Pileg dilakukan Komisioner KPU RI pada Selasa 21 Mei. (Baca Juga: Soal Sengketa Pemilu, PP Muhammadiyah Apresiasikan Langkah Kedua Paslon Bersaing Sehat)

Viryan mengimbau tim sukses maupun kontestan Pemilu untuk mematuhi mekanisme tahapan yang telah disepakati bersama. "Saya harap seluruh pihak konsisten dengan tahapan yang ada," katanya.

Viryan menambahkan, KPU RI telah sepenuhnya siap menghadapi gugatan hukum selama masa sengketa Pilpres maupun Pileg berlangsung. "Kami sudah siapkan tim pembela hukum. Namun nama-nama mereka belum bisa kami sebut sekarang," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini