nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Malaysia Kirim Petugas Mata-Matai Muslim yang Tak Berpuasa

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 13:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 24 18 2059883 malaysia-kirim-petugas-yang-menyamar-untuk-mata-matai-muslim-yang-tidak-berpuasa-gih2SIPGaD.jpg Foto: AFP.

KUALA LUMPUR – Pejabat di Malaysia dilaporkan menyamar menjadi juru masak dan pelayan untuk menangkap warga Muslim yang tidak berpuasa di Bulan Ramadan. Langkah tersebut mendapat kritik dari kelompok hak-hak Muslim yang menyebutnya sebagai “tindakan memata-matai yang memalukan”.

New Straits Times melaporkan bahwa Tiga puluh dua petugas penegak hukum dari dewan lokal di Malaysia akan menyamar di gerai-gerai makanan sebagai bagian dari rencana tersebut. Islam mewajibkan seorang Muslim berpuasa dari subuh sampai magrib di Bulan Ramadan, kecuali jika mendapat halangan tertentu seperti sakit.

Laporan NST yang dilansir AFP, Jumat (24/5/2019), tim di Distrik Segamat, di Negara Bagian Johor Selatan, akan memantau 185 gerai, dengan dua petugas dipilih karena mereka pandai membuat hidangan populer seperti mie goreng pedas.

"Kami telah secara khusus memilih petugas penegakan hukum yang berkulit gelap untuk pekerjaan yang menyamar," kata Mohamad Masni Wakiman, Presiden Dewan Kota Segamat, seperti dikutip NST.

"Mereka terdengar meyakinkan ketika mereka berbicara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Pakistan, sehingga pelanggan akan percaya bahwa mereka benar-benar disewa untuk memasak dan menyajikan makanan, dan menerima pesanan menu." Banyak staf di gerai makanan di Malaysia adalah pekerja migran.

Jika Muslim terlihat memesan makanan di siang hari, para petugas diam-diam akan mengambil foto mereka dan menghubungi departemen urusan agama setempat untuk tindakan lebih lanjut, kata Masni.

Malaysia memiliki sistem hukum dua jalur, dengan Muslim tunduk pada hukum Islam di wilayah tertentu. Di Johor, umat Islam yang melewatkan puasa dapat dihukum hingga enam bulan penjara atau denda hingga 1.000 ringgit (sekira Rp3,4 juta), atau keduanya.

Sisters in Islam, sebuah kelompok yang mempromosikan hak-hak wanita Muslim di Malaysia, mengatakan bahwa rencana itu "memalukan dan memberikan kesan yang salah tentang Islam di mata sesama Muslim dan orang-orang dari agama lain.

"Kami sangat menuntut agar semua pihak menghentikan tindakan memata-matai yang memalukan ini."

Lebih dari 60 persen dari 32 juta penduduk Malaysia adalah etnis Muslim Melayu dan negara ini juga merupakan rumah bagi etnis minoritas Tionghoa dan India, yang biasanya tidak menganut Islam.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini