nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Rouhani: Iran Tak Akan Menyerah Meski Dibom

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 18:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 24 18 2060066 presiden-rouhani-iran-tak-akan-menyerah-meski-dibom-qbANf3eKvY.jpg Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: Reuters)

LONDON – Presiden Hassan Rouhani mengatakan bahwa Iran tidak akan menyerah pada Amerika Serikat (AS) dan tidak akan meninggalkan tujuannya meski dihujani bom. Pernyataan Rouhani itu disampaikan di tengah ketegangan yang meningkat antara kedua negara.

Sebelumny, kantor berita Fars melaporkan pimpinan militer Iran mengatakan bahwa konflik antara Teheran dan Washington adalah "bentrokan tekad" dan memperingatkan bahwa "petualangan" musuh Teheran akan menghadapi respons yang menghancurkan.

Ketegangan meningkat antara kedua negara setelah Washington mengirim lebih banyak pasukan militer ke Timur Tengah dalam unjuk kekuatan melawan apa yang dikatakan para pejabat AS sebagai ancaman Iran terhadap pasukan dan kepentingannya di kawasan itu.

Setelah menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia, Presiden AS Donald Trump, tahun lalu kembali menjatuhkan sanksi pada Iran dan memperketatnya bulan ini. Washington memerintahkan semua negara untuk menghentikan impor minyak Iran atau mereka juga menghadapi sanksi dari AS.

"Lebih dari satu tahun setelah pengenaan sanksi berat ini, rakyat kami tidak tunduk pada tekanan meskipun menghadapi kesulitan dalam hidup mereka," kata Rouhani dikutip oleh kantor berita IRNA sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (24/5/2019).

Berpidato pada upacara untuk memperingati perang Iran-Irak 1980-88, Rouhani mengatakan: "Kita perlu melakukan perlawanan, sehingga musuh kita tahu bahwa jika mereka mengebom tanah kita, dan jika anak-anak kita mati syahid, terluka atau diambil sebagai tahanan, kita tidak akan menyerah pada tujuan kita untuk kemerdekaan negara kita dan kebanggaan kita."

Kepala staf angkatan bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri, juga mengingatkan akan kemenangan Iran dalam perang dengan Irak dan mengatakan bahwa hasilnya bisa menjadi pesan bahwa Iran akan memiliki "respon yang keras, menghancurkan dan melenyapkan" untuk musuhnya.

Iran juga telah menolak untuk melakukan negosiasi ulang dengan AS terkait kesepakatan nuklir 2015. Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Keyvan Khosravi baru-baru ini mengatakan bahwa sejumlah pejabat dari beberapa negara telah mengunjungi Iran baru-baru ini dan "sebagian besar mewakili Amerika Serikat."

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif telah meminta komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah praktis untuk melawan "pendekatan agresif" dan "intimidasi" AS terhadap Teheran.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini