nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bongkar Prostitusi Online di Garut, Polisi Amankan 7 Wanita dan 5 Pria

Antara, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 21:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 25 525 2060368 bongkar-prostitusi-online-di-garut-polisi-amankan-7-wanita-dan-5-pria-kmfZAzKN89.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

GARUT – Patroli Siber Satuan Reserse Kriminal Polres Garut mengungkap praktik prostitusi dalam jaringan (daring) dengan barang bukti yang diamankan berupa uang, bukti transaksi, telepon seluler berikut tujuh wanita dan lima pria di sebuah hotel kawasan wisata Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (24/5) malam.

"Praktik prostitusi online ini sudah beroperasi satu tahun, mereka menjalankan bisnisnya itu melalui aplikasi Michat," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Garut AKBP Budi Satria Wiguna saat ekspos pengungkapan kasus praktik prostitusi daring di Garut, mengutip Antaranews, Sabtu (25/5/2019).

Ia menuturkan, kasus prostitusi itu terungkap setelah tim Patroli Siber Polres Garut menemukan indikasi transaksi tersebut melalui jaringan aplikasi Michat.

Tim tersebut, kata dia, menindaklanjutinya hingga akhirnya berhasil mengungkap tempat tersangka sebagai muncikari sekaligus beberapa perempuan yang akan ditawarkan kepada pelanggannya di Hotel Candra Kirana, Cipanas Garut.

"Jadi mereka diam di hotel itu sudah beberapa hari, cara transaksinya, yaitu lelaki hidung belang itu diminta datang ke hotel, di sana sudah ada muncikari dan wanitanya," kata Kapolres.

Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan dari seluruh orang yang dibawa ke Polres Garut, hanya dua wanita sebagai muncikari dan kurir yang ditetapkan sebagai tersangka.

Ilustrasi

Sedangkan yang lainnya, kata dia, berstatus sebagai saksi dan masih menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut.

"Mereka yang jadi tersangka dari Kota Bandung, sedangkan para korban atau PSK-nya berasal dari Bandung dan satu orang dari Garut," katanya.

Kapolres menyampaikan, pengakuan tersangka maupun wanita yang dijualnya itu karena terdesak kebutuhan ekonomi, sedangkan lelakinya asal Bandung yang kebetulan sedang berwisata ke Garut.

Tersangka, lanjut dia, memasang tarif setiap transaksi bisnis haramnya itu untuk satu kali kencan dihargai Rp500 ribu sampai Rp1 juta.


Baca Juga : Prostitusi Online di Sintang Terbongkar, Pelanggannya Pejabat dan Tarif Kencan Rp3 Juta

"Kita proses hukum karena tersangka ini menjual dan menyediakan jasa untuk orang melakukan cabul," katanya.

Akibat perbuatannya itu, kedua tersangka dijerat Pasal 296 junto Pasal 506 untuk muncikarinya dan Undang-Undang Perlindungan Anak karena ada dua orang wanita yang masih di bawah umur, kemudian dijerat UU ITE Pasal 45 junto Pasal 28 dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara.

"Kami harap dengan terungkapnya kasus ini memberi efek jera kepada masyarakat agar tidak melakukan perbuatan seperti ini," kata Kapolres.


Baca Juga : Propam Polri Akan Investigasi Penyidik yang Dilaporkan Vanessa Angel

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini