nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kantor Distrik Fayit Diserang Massa Caleg, 4 Orang Dikabarkan Tewas

Chanry Andrew S, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 19:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 27 340 2060996 kantor-distrik-fayit-diserang-massa-caleg-4-orang-dikabarkan-tewas-aANqQqYFCc.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAYAPURA – Kantor Distrik di Kampung Fayit, Distrik Fayit, Kabupaten Asmat Papua diserang sekelompok massa diduga dari pendukung salah satu calon legislatif (caleg) yang tidak terima hasil keputusan pemilihan legislatif (Pileg). Penyerangan dan perusakan itu terjadi pada Senin (27/5/2019) sekira pukul 10.00 WIT.

Menurut Kapendam XVII/Cend Kolonel Inf Muhammad Aidi, dari informasi yang berhasil dihimpun, salah seorang caleg dari salah satu partai politik merasa dirinya mendapatkan kursi. Namun, nama yang bersangkutan digantikan dari orang lain dari Partai yang sama oleh ketua Partai.

Tidak terima dengan keputusan tersebut caleg yang bersangkutan mengerahkan massa sekitar 350 orang menggunakan senjata tajam dan senjata tradisional serta melakukan penyerangan ke kantor distrik yang mengakibatkan kerusakan kantor distrik dan rumah salah seorang anggota DPRD Asmat atas nama Handayani.

(Baca Juga: UGM Tak Pernah Cabut Gelar Guru Besar Amien Rais)

Melihat situasi anarkis yang terjadi secara tiba-tiba, empat orang anggota Pos Ramil Fayit (letak Pos Ramil sekitar 50 meter dari Kantor Distrik dan berada dalam kepungan massa) keluar dari pos untuk berusaha mengendalikan massa.

Salah seorang anggota posramil mengeluarkan tembakan ke atas untuk menghalau massa, namun massa justru semakin beringas dan berbalik menyerang anggota TNI tersebut. Dalam situasi terancam salah seorang anggota posramil terpaksa mengeluarkan tembakan sambil mundur ke arah pos untuk menyelamatkan diri dan mengamankan pos dengan kekuatan yang sangat terbatas.

Kejadian tersebut mengakibatkan jatuh korban dari perusuh antara lain, Jhon Tatai (25), dengan luka tembak siku tangan kanan dan kiri. Korban saat ini sudah dievakuasi RSUD Asmat.

Kemudian korban meninggal atas nama Xaverius Sai (40) Kp. Bawus; Nikolaus Tupa (38) Kp. Akantapak; Matias Amunep (16) Kp. Akantapak, Frederikus Inepi (35) Kp. Bagair.

Ilustrasi

Selanjutnya untuk mengamankan situasi telah tiba di Distrik Fayet gabungan TNI/Polri 25 orang dan Kesbangpol dari Distrik Agast, Kabupaten Asmat. Hingga laporan ini diterima massa sudah berhasil ditenangkan dan situasi sudah kondusif.

(Baca Juga: KPAI Temukan Anak dari Tasikmalaya Ikut Aksi 22 Mei karena Diajak Guru Ngaji)

Setelah menerima laporan Pangdam XVII/Cenderawasi Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring segera bertidak cepat dan berkoordinasi dengan Kapolda Papua serta Komnas Ham Papua untuk membentuk tim investigasi guna mendapatkan keterangan yang akurat.

Rencana besok pagi, Selasa 28 Mei 2019, tim investigasi yang terdiri dari unsur Pomdam XVII/Cenderawasi, Kumdam XVII/Cend, Kesdam XVII/Cend, Korem 174/ATW, Polda Papua dan Komnas HAM Papua akan berangkat ke Fayet. Tim akan dipimpin langsung oleh Danrem 174/ATW Brigje TNI R. Agus Abdurrauf.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini