nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sofyan Basir Stres Mendekam Semalaman di Rutan KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 16:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 28 337 2061386 sofyan-basir-stres-mendekam-semalaman-di-rutan-kpk-8UHnhkUNdT.jpg Sofyan Basir (foto: Sindo)

JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) non-aktif PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir kembali menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1, pada hari ini. Sofyan Basir hanya diperiksa selama sekira 2,5 jam oleh penyidik.

Sofyan Basir mengaku hanya melanjutkan pemeriksaan Senin, 27 Mei 2019, tadi malam yang belum tuntas. Namun, penyidik tidak banyak memberikan pertanyaan kepada Sofyan pada pemeriksaan hari ini. Mantan Dirut Bank BRI tersebut mengaku hanya dikonfirmasi sekira tiga pertanyaan oleh penyidik

"Melanjutkan aja (pemeriksaan semalem). Belum, belum. Baru tiga poin (pertanyaan)," singkat Sofyan di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

 sofyan

Disisi lain, kuasa hukum Sofyan Basir, Soesilo Aribowo menjelaskan bahwa kliennya sedang kurang sehat, untuk menjalani pemeriksaan pada hari ini. Kata Soesilo, Sofyan Basir agak stres saat mendekam di penjara.

"Untuk Pak Sofyan Basir tadi hanya 4 pertanyaan kemudian beliau minta dihentikan karena meriang, mungkin kurang tidur atau masih agak stres, masih perlu adaptasi di rutan," terang Soesilo saat mendampingi kliennya.

Lebih lanjut, kata Soesilo, kliennya sempat diperiksa oleh tim dokter etika mengaku meriang saat diperiksa. Setelah diperiksa, tim dokter memberikan obat kepada Sofyan.

"Sehingga tadi saat diperiksa oleh dokter kemudian sudah diberikan obat itu saja," jelasnya.

 sofyan

Sofyan Basir merupakan tersangka keempat dalam kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1. Sebelumnya, KPK telah lebih dulu‎ menjerat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo, serta Sekjen Golkar, Idrus Marham.

Eni, Kotjo, dan Idrus telah divonis ‎bersalah dalam perkara tersebut. Eni dan Kotjo telah dieksekusi karena putusannya telah berkekuatan hukum tetap. Sementara Idrus, masih dalam proses upaya hukum banding. Sedangkan Sofyan Basir, saat ini masih dalam proses penyidikan

Dalam kasus ini, Sofyan diduga bersama-sama atau membantu ‎Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham menerima suap dari Johannes B. Kotjo terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. KPK menduga Sofyan dijanjikan mendapat fee yang sama besar dengan Eni dan Idrus Marham.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini