nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Hina Jokowi, Caleg Gerindra Ditangkap di Masjid Mapolda Jateng

Agregasi Solopos, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 11:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 28 512 2061205 diduga-hina-jokowi-caleg-gerindra-ditangkap-di-masjid-mapolda-jateng-nJ13kXwlC3.jpg (Foto: Solopos)

SEMARANG - Maryanto, warga Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng) ditangkap Tim Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng di Halaman Masjid At Taqwa Mapolda Jateng, Kota Semarang, Jateng, Selasa 14 Mei 2019.

Pria yang merupakan salah satu calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019 untuk Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah (Jateng) itu ditangkap atas tuduhan telah menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol. Moh Hendra Suhartiono menjelaskan, penangkapan Maryanto merupakan hasil patroli siber oleh petugas dari Subdit V Siber. Aparat mengklaim telah menemukan ujaran kebencian kepada Jokowi yang diunggah Maryanto di Facebook pada 25 November 2018.

Ilustrasi.

"Tersangka M, melalui akun Facebooknya, pada tanggal 25 November 2018, mengunggah konten penghinaan kepada Presiden RI. Hasil temuan tersebut ditindaklanjuti oleh tim dengan melaksanakan penyelidikan," jelas Hendra seperti dikutip pada laman berita resmi Polda Jateng, Tibratanews.jateng.polri.go.id, Selasa (28/5/2019).

(Baca juga: Guru Honorer Ditangkap Polisi Usai Hina Jokowi di Medsos)

Maryanto dianggap sebagai pihak yang menuding bahwa Jokowi merupakan keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI)."JOKOWI & PKI? Anak Widjiatno komandan OPR underbouw PKI 1965 pembantai ulama dan santri di Giriroto pasca G.30S PKI. Ibu Kandungnya Sulami aktivis Gerwani 1950, Sudjiatmi adalah ibu tiri, istri kedua Widjiatno pasca terpisah akibat semua anggota PKI diburu/ditumpas oleh TNI dipimpin oleh Soeharto pasca tragedi 30 S PKI," begitu bunyi status yang dijelaskan oleh polisi.

Atas tuduhan itu, Maryanto terancam hukuman kurungan penjara maksimal enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar. "Tersangka dikenakan Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang nomor 19/2016 berikut perubahannya pada Undang-Undang Nomor 11/2018 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar Hendra.

Selain terancam hukuman penjara dan denda, Maryanto juga telah gagal duduk di kursi DPR dari Dapil V Jateng. Berdasarkan informasi yang dihimpun Semarangpos.com, tak ada caleg Partai Gerindra Dapil V Jateng yang lolos ke Senayan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini