nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Kepala Intelijen Jerman: Mossad Berada di Balik Skandal yang Lengserkan Kanselir Austria

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 14:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 29 18 2061794 eks-kepala-intelijen-jerman-mossad-berada-di-balik-skandal-yang-lengserkan-kanselir-austria-hOcDW7ADsL.jpg Mantan Kanselir Austria, Sebastian Kurz. (Foto: Reuters)

WINA- Perpolitikan Austria baru saja diguncang oleh skandal korupsi terhadap Wakil Kanselir Heinz-Christian Strache yang disebut sebagai “Ibiza-gate”. Skandal yang terungkap melalui rekaman video sepanjang enam jam itu telah membuat Strache dan Kanselir Sebastian Kurz terdepak dari jabatan mereka.

Dalam video yang diambil di sebuah vila di Ibiza, Spanyol itu, Strache tampak mendiskusikan kemungkinan warga negara asing berinvestasi di sebuah surat kabar lokal sebagai ganti pemberitaan yang lebih mendukungnya.

Mantan wakil kepala Intelijen Jerman yang juga pernah menjabat sebagai diplomat, Rudolf Adam mengklaim bahwa skandal itu diatur oleh dinas intelijen Israel, Mossad.

Menulis untuk majalah politik Cicero, Adam berpendapat bahwa rencana untuk menjatuhkan Wakil Kanselir Heinz-Christian Strache dengan kebocoran video itu tidak mungkin direncanakan oleh Amerika Serikat, yang saat ini "sepenuhnya sibuk dengan Korea Utara, Iran dan China" .

Dia juga mengatakan bahwa Rusia tidak mungkin berada di balik “pembunuhan politik” terhadap Strache itu karena nyatanya mantan wakil Kanselir Austria itu mendorong hubungan yang lebih baik antara Austria dengan Rusia.

Dia menambahkan bahwa tidak ada dinas intelijen Eropa "yang bisa dan harus” sementara China dan negara-negara Arab tampaknya memiliki sedikit minat dalam politik domestik Austria.

"Yang tersisa adalah negara yang memiliki kapasitas manusia dan teknis untuk operasi semacam itu dan motif yang jelas: Israel," lanjutnya. Dia mengklaim pemecatan Strache dan Kurz sebagaimana dilansir Sputnik, Rabu (29/5/2019).

"Israel memiliki kepentingan bertahan hidup di Uni Eropa yang mengejar kebijakan ramah Israel. Garis ini telah menjadi kontroversial di antara anggota Uni Eropa. Kemenangan partai-partai politik yang dekat dengan FPO dapat memulai perubahan haluan di sini dan membawa Uni Eropa secara keseluruhan menjadi jajaran yang lebih kritis terhadap Israel, "klaimnya.

Dua surat kabar Jerman pada 17 Mei melaporkan Strache, pimpinan partai nasionalis FPO, dan asistennya Johann Gudenus telah membahas penawaran urusan bisnis dengan seorang wanita, yang kemudian ternyata memiliki kewarganegaraan Latvia, dengan imbalan liputan media yang ramah.

Percakapan diduga terjadi di Ibiza pada musim panas 2017.

Wanita itu dilaporkan berusaha menginvestasikan uang ilegal ke surat kabar terbesar Austria, Kronen Zeitung. Dia dikatakan telah membahas untuk mencondongkan liputan medianya demi FPO, secara efektif meningkatkan peluang Strache dalam pemilihan umum 2017.

Kebetulan, video itu ditahan selama hampir dua tahun dan muncul hampir sepekan sebelum pemilihan Parlemen Eropa. Adam percaya itu bukan kebetulan, mengingat "kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya" dari partai-partai sayap kanan dan bahwa Strache memainkan "peran sentral" dalam blok sayap kanan dengan FPO-nya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini