"Jadi kami diapit di antara kendaraan yang di posisi yang kebakaran itu. Kami sudah memberikan imbauan jangan rusuh waktu itu," ujar Ibrahim sembari terbaring di kamar Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Rabu (29/5/2019).

"Cuma kami dilempari berbagai macam batu yang besar, botol teh, bom molotov sama kaca-kaca semua dilempar ke kami. Batunya juga bukan batu kecil, besar semua," tambahnya.
(Baca juga: Din Syamsuddin: Jangan Sampai Indonesia Meluncur Jadi Negara Kekerasan)
Bertahan selama kurang lebih 3 jam, ia menjelaskan mereka diarahkan untuk mengurai massa. Namun, nahasnya ketika melakukan tugasnya, ia terlilit tali HT yang menyebabkan Ibrahim terjatuh, dan tertimpa batu, sehingga tulang pada bagian bahunya mengalami dislokasi.