nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalani Perawatan di Singapura, Begini Kondisi Terkini Mantan Kasatreskrim Wonogiri

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 08:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 29 512 2061644 jalani-perawatan-di-singapura-begini-kondisi-terkini-mantan-kasatreskrim-wonogiri-VI6HcYXzX4.jpg Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani. (Foto: Solopos)

SEMARANG - Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Pol. Ryco Amelza Dahniel, mengklaim kondisi AKP Aditia Mulya Ramdani, perwira polisi yang sebelumnya menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Wonogiri, berangsur membaik.

Perwira yang mestinya menjabat sebagai Kapolsek Semarang Tengah itu saat ini tak lagi dibantu alat pernafasan. Meski demikian, Aditia masih belum sadarkan diri.

“Kondisinya stabil. Napasnya sudah tidak pakai alat bantu,” ujar Ryco seusai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2019 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Selasa (28/5/2019).

AKP Aditia mengalami koma setelah menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang saat berupaya menghalau bentrok antarmassa perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo atau SH Winongo, Kamis (9/5/2019) dini hari. Saat kejadian itu, AKP Aditia mengenakan baju preman dan terpisah dari anggotanya.

Ilustrasi.

Seusai pengeroyokan itu, AKP Aditia sempat dirawat di RS dr. Oen Solo Baru. Namun, kondisinya tak kunjung membaik hingga dilarikan ke Singapore General Hospital (SGH), Singapura, untuk menjalani perawatan intensif.

(Baca Juga: Kronologi Pengeroyokan Kasatreskrim Polres Wonogiri saat Amankan Tawuran Warga)

Sementara itu, aparat kepolisian telah menetapkan 21 tersangka atas kasus pengeroyokan atau penganiayaan terhadap mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri itu. Meski demikian, dari 21 tersangka itu hanya 11 orang yang ditahan. Sisanya, hanya dikenai sanksi wajib lapor.

Informasi yang dihimpun Semarangpos.com, 10 tersangka yang dikenai wajib lapor itu masih berstatus pelajar. “21 tersangka, 11 kita tahan. 10 kita kenakan wajib lapor karena masih di bawah umur,” ujar Ryco.

Selain itu, polisi juga mendapatkan barang bukti tambahan. Barang bukti yang diamankan, lanjut Rycko, yakni batu, kayu dan alat pemukul hingga sebilah pedang.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini