
Selain mengincar empat tokoh nasional itu, Diyauddin menambahkan, kelompok perusuh tersebut menginginkan situasi 22 Mei seperti pada Mei 1998.
“Situasi anarkis dan chaos seperti tahun 98. Ini skenario yang mereka coba jalankan,” ujarnya.
Sekadar diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya mengungkap nama-nama tokoh nasional yang diincar kelompok perusuh di aksi 22 Mei. Empat nama itu merupakan sosok jenderal yang sudah menyandang purnawirawan.