Musim Kemarau Datang, Jabar Waspada Kekeringan

Mulyana, Okezone · Jum'at 31 Mei 2019 22:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 31 525 2062715 musim-kemarau-datang-jabar-waspada-kekeringan-cbIevBxKze.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

PURWAKARTA - Provinsi Jawa Barat telah bersiap menghadapi kekeringan. Hal tersebut sebagai antisipasi terulangnya bencana kekeringan di Tanah Pasundan itu pada tahun 2018.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Jawa Barat, 22 kabupaten/kota yang meliputi 165 kecamatan, 761 desa, dan berdampak pada 1,13 juta penduduk mengalami kekerangan air bersih pada 2018. Banyak pertanian yang mengalami gagal panen dan kesulitan air bersih untuk kegiatan sehari-hari semisal minum dan mencuci.

Penanggulangan kekeringan di Jawa Barat bisa diantisipasi dari sektor hulu. Waduk terbesar di Jawa Barat, Waduk Jatiluhur bisa menjadi solusi dalam mengatasi kekeringan di Tanah Pasundan tersebut.

Waduk Jatiluhur

Menurut Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, U Saefudin Noer, Waduk Jatiluhur mengairi sekira 240 ribu hektare pertanian di Jawa Barat. Artinya, jutaan ton hasil pangan sangat bergantung terhadap suplai air dari waduk terbesar di Jawa Barat itu.

Sebagai antisipasi kekeringan, Waduk Jatiluhur memanfaatkan tanah negara yang tak terpakai di sekitar daerah aliran sungai (DAS) untuk proses recovey tanah. Sehingga, air nantinya tak langsung mengalir ke hilir, melainkan tertahan di hulu untuk sementara, untuk menghindari kekeringan yang parah.

(Baca Juga: Bendungan Jatiluhur Terancam Korosi Akibat Tingginya Kadar Asam Air)

"Kami telah melakukan penanaman pohon di lahan sepajang DAS ini. Secara simbolis, kita telah menanam 300 pohon produktif di sekitar Desa Cikao Bandung, Kecamatan Babakan Cikao," ujar Saefudin, Jumat (31/5/2019).

Dia menjelaskan, ratusan pohon yang ditanam di sepanjang DAS ini lebih ke pohon yang punya nilai ekonomis. Seperti durian dan mangga. Untuk tahap awal, pohon-pohon ini baru di tanam di lahan 3.000 meter.

Tak hanya untuk pertanian, menurut Saefudin, air dari Jatiluhur juga untuk memasok air baku PDAM serta industri. Karenanya, air ini sangatlah penting dan menjadi sumber kehidupan bagi banyak pihak, terutama di Jawa Barat.

Dirut PJT II Jatiluhur

Dia menambahkan, upaya penghijauan di sekitar Bendungan Jatiluhur, sebenarnya bukan hanya dilakukan baru-baru ini. Tapi, juga telah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu. Sampai saat ini puluhan ribu pohon telah ditanam. Termasuk pohon langka.

"Tujuan utamanya, yaitu untuk penghijauan. Kedua kebun rakyat. Sebab, yang kami tanam ini adalah pohon yang menghasilkan buah," jelas dia.

Sementara itu, Komandan Rayon Militer (Danramil) Jatiluhur, Kapten Arm Bambang Priyambodo, mengatakan, penanaman pohon ini atas inisiasi dari PJT II Jatiluhur. Adapun TNI, turut membantu mulai dari perencanaan sampai tata letak pohon yang ditanam. Mengingat, area ini kedepannya akan jadi percontohan, sebagai wilayah hijau produktif.

"Penanaman pohon ini juga, merupakan aplikasi dari hari lingkungan hidup sedunia," ujar Bambang.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini